Disarankan Tobat Setelah Plesetkan Takbir jadi "take a beer" Azmi Askandar Malah Ngeles!
Beritaislam - Pemuda pelantun sholawat Syubbanul Muslimin Azmi Askandar enggan meminta maaf setelah memplesetkan takbir jadi "take a beer".
Jika Takbir yang sesungguhnya adalah kalimat Allahu Akbar, maka take a beer artinya adalah "mengambil bir (minuman keras)"
Bukannya minta maaf, Azmi malah ngeles dan seolah membenarkan komentarnya tersebut soal "take a beer" [baca: HEBOH! Azmi Askandar Syubbanul Muslimin Plesetkan Takbir Jadi "Take a Beer"]
Melalui akun IGnya, Azmi malah ngeles dengan mengunggah story seperti ini:
Surat Cinta Untuk Bro @official.azmi.askandar
Sesungguhnya yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik adalah karena kita melakukan amal ma'ruf nahyi munkar. Ini juga yang akan membuat kita selamat dari golongan orang-orang yang rugi
Maka berbahagialah ketika ada sodara-sodaramu yang mengingatkan meski dengan berbagai cara
Sungguh nasihat sodaramu, marahnya sodaramu itu semua karena Allah, mereka membenci kesalahan kalimat yang terucap darimu
Bukankah kita harus membenci dan mencintai karena Allah?
Maka wajarlah plesetan TAKBIR menjadi take a beer membuat umat Islam marah. Karena agama mereka sedang dilecehkan. Justru menjadi aneh ketika kalimat TAKBIR diplesetkan, tapi umat Islam diam saja
Ingatlah hadits ini:
“Barangsiapa di antara kalian yang menyaksikan suatu kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, maka jika ia tidak mampu dengan hatinya dan itulah selemah-lemah iman”. (HR. Muslim)
Kini terserah dirimu menganggap semua itu hujatan atau apa. Tapi kami berdoa kepada Allah, semoga Allah memudahkan dirimu berubah menjadi lebih baik dan tak lagi mengulangi. Aamiin
Bertobatlah, sungguh plesetan ini bisa membuatmu berbahaya di dunia hingga di akhirat
Saudaramu,
@IndonesiaBertauhidID
Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ada yang memplesetkan kata “raa’inaa” menjadi “ru’uunah”
“Raa’inaa artinya “kamu memperhatikan kami” diplesetkan menjadi makna buruk yaitu “ru’uunah” yang artinya sangat dungu atau tolol
Oleh karena itu, kaum muslimin diperintahkan mengganti kata “raa’inaa” menjadi “undzurnaa”. Kisah ini diabadikan dalam Q.S Al Baqarah ayat 104
Kemudian orang yahudi juga memplesetkan ucapan Salam. Rasulullah bersabda “Orang Yahudi apabila mengucapkan salam dan mengucapkan as-saamu ‘alaikum (semoga kematian menimpamu), maka jawablah Wa’alaikum’ (dan demikian juga bagimu)” (HR. Muslim)
Pun Bani Israil yang memplesetkan menjadi “sami’naa wa ‘ashainaa” (kami dengar tapi kami tidak taat), seharusnya “sami’naa wa ‘atha’naa” (kami dengar dan kami taat)
Sungguh memplesetkan dalam hal ini termasuk mengolok-olok agama. Dan inilah ancaman dari Allah bagi pelakunya:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu BEROLOK-OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… (Q.S At Taubah : 65-66)
“Mengolok-olok dalam agama, ayat Al-Quran dan Rasul-Nya termasuk kekafiran yang bisa mengeluarkam dari Islam, karena agama ini dibangun di atas pengagungan kepada Allah, agama dan Rasul-Nya.” [Tafsir As-Sa’diy]
[news.beritaislam.org]





Take a beer!!!
BalasHapusDOG SAID ..
BalasHapus