Kenapa Kalian Sibuk Mau Jumpa Prabowo?







BeritaislamBy Asyari Usman

Hari-hari ini sibuk sekali Kubu 01 mau mempertemukan Jokowi dengan Prabowo. Entah mengapa mereka di Kubu 01 harus kasak-kusuk agar pertemuan itu terlaksana.

Kalau presiden kalian menang bersih di pilpres 2019 ini, kenapa kalian sibuk mau bertemu dengan Prabowo? Untuk apa? Abaikan saja. Lupakan saja semunya.

Jokowi ‘kan sudah dilegalkan MK tanpa ada satu pun gugatan Prabowo yang diterima. Berarti MK bilang kalian menang bersih. Ya sudah. Makan kalianlah jabatan presiden itu.

Sudah dilegalkan MK, kok. Takut apa lagi? Sudah, ambil sana “hak” kalian itu. Tak usah kalian gubris kami dan Pak Prabowo. Aman kok. Tak akan ada yang mengganggu kalian. Buat saja suka-suka hati kalian.

Baca juga: Pengurus MUI Pusat: Hanya Pendukung Komunisme Yang Minta Pendidikan Agama Di Sekolah Dihapuskan

Ayo sana buat pesta pora. Pesta kemenangan bersih. Kemenangan tanpa cacat. Presiden yang dicintai rakyat. Tak perlu apa-apa kok kalian dari kami, dari Pak Prabowo. Indonesia ini punya kalian, bulat.

Silakan ambil semuanya. Semua polisi, jaksa, satpol PP punya kalian. Semua kepala daerah punya kalian. Semua kades, kadus, kepling, perangkat desa, dll, kalian punya semua. Atur saja sesuai keinginan kalian.

Romahurmuziy punya kalian. Setia Novanto punya kalian. Begitu juga Idrus Marham, dan para pakar korupsi lainnya.

Masih belum cukup? Ada sembilan naga punya kalian. Ada Megawati, ada SBY, ada Surya Paloh, ada La Nyalla, ada Zulkifli Hasan. Ada Jusuf Kalla, ada semua mantan presiden dan wapres. Kalian punya semua. Ada juga Mahfud MD yang sangat bijak itu. Terus, ada Yusril yang pandai silat lidah, selalu menang di pengadilan.

Baca juga: Rizal Ramli: Pemerintah Otoriter Doyan Merancang 'Kerusuhan'

Cuma memang agak repot mencari orang yang bisa nego dengan malaikal-maut. Kalau urusan yang satu ini berat, terus terang. Kalau yang lain-lain, entenglah.

Yang juga berat bagi kalian, mungkin, di Hari Hisab nanti. Wallahu a’lam. Tapi, cobalah tanya Yusril. Siapa tahu dia bisa sediakan tim pengacara untuk membatalkan semua bukti yang direkam Allah SWT.

Selain itu, tak ada masalah. Semua kalian punya. Siap 24 jam.

Ada Luhut Panjaitan dengan menantunya jenderal. Ada Hendropriyono, menantunya juga jenderal. Terus, Pak Hendro punya 150 anjing pelacak yang terlatih hebat, siap menjaga Istana. Mau apa lagi?

Semua yang hebat-hebat kalian yang punya, kok! Kurang apa lagi? Oh, barangkali DKI Jakarta harus di tangan kalian. Ambil saja. Mudah kok menyingkirkan Anies Baswedan.

Jadi, kalian tak perlu kami, ‘kan? Kenapa kalian ganggu lagi kami? Mau minta jumpa Pak Prabowo segala. Sekali lagi, untuk apa?

Tidak ada gunanya. Bagi kalian atau bagi Pak Prabowo. Juga tak ada gunanya bagi kami rakyat beliau.

Sekarang kalian berkuasa. Buat saja apa yang kalian suka. Tak usah pikirkan orang lain. Tak usah pikirkan kami. Mau kalian jual negara ini, silakan. Mau kalian buat hancur, silakan.

Mau kalian kapling-kapling, terserah. Mau kalian jual kepada RRC, tak ada yang melarang. Mau kalian tambah utang 10,000 triliun lagi, juga tak masalah.

Baca juga: Bagi China, Islam adalah 'Penyakit Mental' yang perlu 'Disembuhkan'

Perlu tambahan pendapatan APBN? Gampang! Naikkan listrik sebulan sekali. Naikkan semua jenis pajak. Harga materai seharusnya kalian naikkan menjadi 20 ribu atau 30 ribu. Tak akan ada yang ribut kok.

Mau sumber pajak baru? Banyak. Pajak oksigen, pajak air, pajak jenazah yang mau dikuburkan, pajak bayi lahir, pajak usia lanjut karena umur panjang itu ‘kan sesuatu yang istimewa. Dan banyak lagi. Apa yang terpikir di benak kalian, dikenai pajak saja langsung.

baca juga: Konflik Golkar: Berebut Kekuasaan Partai dan Pemerintahan

Terus, apa lagi ya?

Oh iya. Mau kalian biarkan penista agama masuk ke masjid-masjid bawa anjing tanpa proses hukum, silakan. Mau kalian diamkan para penista Islam, silakan. Mau kalian penjarakan semua ulama, silakan juga. Kalian berkuasa penuh, kok.

Buat saja apa yang kalian suka. Mau kalian bilang orang Islam itu teroris semua, terserah. Mau kalian katakan di dalam aksi damai umat Islam ada 30 teroris, seperti kata Moeldoko, suka hati. Kalian kok yang berkuasa penuh di negara ini.

So, untuk apa kasak-kusuk mau jumpa Prabowo? Apa lagi yang mau kalian inginkan?

Mau legitimasi? Kan sudah ada dari MK. Sudah ada dari KPU. Sudah ada dari Denny JA dan gerombolan survei mereka. Sudah ada dari media-media besar di sini. Apa lagi?

Jadi, kepada Pak Prabowo dan Bang Sandi kami minta agar tidak usah saja menjumpai Jokowi. Tidak usah ucapkan selamat. Tak perlu hadir di acara pelantikan mereka.

Baca juga: JANGAN DENGARKAN DARMONO! Gelorakan Terus Pendidikan Agama Untuk Indonesia

Kenapa? Karena tidak ada gunanya. Tidak ada kemaslahatannya. Tidak ada urgensinya. Jokowi tak perlu ucapan selamat kok.

Jokowi tak perlu Anda kok, Pak Prabowo. Untuk apa? Mereka bisa buat apa saja, ‘kan?

Kepada Andre Rosiade (petinggi Gerindra), kami mohon agar Anda tidak usah repot-repot mengatur pertemuan Jokowi dengan Pak Prabowo. Kecuali kalau Anda memang ingin mencederai rakyat Pak Prabowo. Atau, kecuali Anda baru merasa menjadi manusia kalau bisa masuk ke Kubu 01. Itu lain lagilah ceritanya.

Baca juga: Nasi Bungkus Kena Pajak, Kasir tak Kasih Struk Makan Gratis

Atau, kecuali Anda baru saja selesai menjalani operasi pencangkokan “lobus frontalis” (otak bagian depan). Kalau ini alasannya, bisa dimaklumi. Sebab, setelah operasi itu berlangsung, Anda memang perlu istirahat menggunakan fungsi analitis.

(Penulis adalah wartawan senior)

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates:

12 Responses to "Kenapa Kalian Sibuk Mau Jumpa Prabowo?"

  1. Geer amat hoax lagi hoax lagi siapa yg takut ?? Takut tu cuma sama Allah hmm ga ilang ilang dah watak emang susah

    ReplyDelete
  2. Wartawan yg mengaku senior tp sesungguhnya kamu seorang teroris yg mau memporak porandakan NKRI melalui tulisanmu.. sungguh biadab manusia spt kamu..tdk ada kedamaian dlm tulisanmu..

    ReplyDelete
  3. Jokowi gak mau jumowo.. Sebenarnya kami para pendukung jokowi jg gedek klo pakde harus ketemu prabowo,gak penting gitu..tp jokowi adalah presiden bangsa ini..mau tdk mau harus merangkul semua warga negaranya

    ReplyDelete
  4. Beliau hanya mau mengajak oposisi untuk bersama membangun bangsa, tidak lebih .. itulah negarawan sejati. Jadi jng menggiring opini 01 mengajak bertemu karena takut, buang prasangka buruk itu. Pemilu sdh selesai saatnya bersatu lagi, jng ada dendam .. 2024 silakan dicoba lagi.

    ReplyDelete
  5. Ngomong apa sih ini.... Kok masih ada aja orang kayak gini...

    ReplyDelete
  6. Saya gak ngerti ni orang...maunya aoa ya...

    ReplyDelete
  7. Wartawan kok redaksionalnya bulet seperti itu, hemm

    ReplyDelete
  8. blog ga ada gunanya lu jadi wartawan ngomong kaya yg mau mati aja lu ,, lu nulis berita apa mau curhat , membuat pemikiran org seolah olah mereka jadi benci kepada presidan

    ReplyDelete
  9. Hati hati anda yang menulis dan memposting hal hal seperti ini...ini merusak kesatuan.... Ini mengadu domba

    ReplyDelete
  10. Ngopi sikit lah...hmmm torabika duo, nikmat dan haruuum

    ReplyDelete