Lieus Sungkharisma Tantang Relawan Jokowi Tunjukkan Duit Sayembara Rp 100 Miliar Di Depan Notaris
Lieus Sungkharisma salah satu tokoh sosial berdarah Tionghoa-Indonesia ini tantang relawan Jokowi yang menggelar sayembara berhadiah Rp 100 miliar jika dapat membuktikan kecurangan Pilpres 2019.
Seperti diketahui Lieus adalah salah satu tokoh Tionghoa yang menjadi barisan pendukung Prabowo Sandi. Ia bahkan dulu ikut aksi 411 dan 212 bersama rekannya Zeng Wei Jian yang juga berdarah Tionghoa.
Sebelumnya diberitakan bahwa Sebuah video beredar di media sosial menyebutkan adanya sayembara yang digelar pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan hadiah uang senilai Rp 100 miliar.
Video dan informasi tentang sayembara ini banyak dibagikan akun-akun di media berbagai platform media sosial. Pada video berdurasi 55 detik itu, diketahui sejumlah orang membawa papan bertuliskan “Hadiah Seratus Milyard Rupiah, RP 100.000.000.000”.
Dilansir dari laman berita rmol.co bahwa tantangan relawan Jokowi yang menggelar sayembara berhadiah Rp 100 miliar jika dapat membuktikan kecurangan Pilpres 2019 yang merugikan Paslon 02 dijawab Lieus Sungkharisma
“Kami terima tantangan itu, kami siap membuktikannya,” ujar Komandan Garda Depan, Lieus Sungkharisma, Kamis (2/5).
Menurutnya, hal itu bukan perkara besaran uang yang mereka janjikan, melainkan demi pemilu yang jujur dan adil.
“Kita terima tantangan mereka dan kami siap buka-bukaan. Terserah mereka mau mengambil tempat pembuktiannya di mana, di markas mereka juga boleh. Tapi harus disaksikan notaris dan ahli hukum,” sambungnya.
Kendati demikian, ia meminta relawan Jokowi yang menjanjikan hadiah Rp 100 miliar untuk menunjukkan uang tersebut kepada publik dan menyerahkannya kepada notaris.
Lieus menambahkan, laporan dari beberapa pihak termasuk Tim IT BPN Prabowo-Sandi dan data para relawan yang selama ini menyebut adanya kecurangan Pemilu bukanlah hoax.
“Kami punya data-data valid terkait dugaan kecurangan tersebut. Karena itu kami siap menerima tantangan mereka. Kita siap membeberkan data-data kecurangan yang kita miliki di depan mereka,” katanya.
“Kami terima tantangan ini hanya untuk membuktikan bahwa kecurangan itu fakta dan benar terjadi. Bahkan akibat kecurangan itu kerugian suara Paslon Capres 02 bisa-bisa lebih dari 5% sebagaimana yang mereka tuntut. Kalaupun kemudian ada hadiahnya, lumayanlah bisa dibagi-bagi untuk rakyat miskin yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Namun begitu, Lieus menilai sayembara berhadiah Rp 100 miliar itu hanyalah trik untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti rakyat.
"Mereka lupa, rakyat sekarang sudah semakin cerdas. Jadi, jangan dikira rakyat bodoh dan bisa diintimidasi lalu menjadi takut. Tidak,” tandasnya.
[news.beritaislam.org]

