Ma'ruf Amin Mengaku Tak Dilibatkan Dalam Pemilihan Menteri Kabinet

Ma'ruf Amin Mengaku Tak Dilibatkan Dalam Pemilihan Menteri Kabinet

Beritaislam -  Wakil Presiden terpilih Maruf Amin mengaku tak memberikan masukan terkait nama menteri yang akan menempati posisi kabinet pemerintahanan.

Ia menyebut, masukan nama-nama menteri kabinet diberikan melalui partai politik koalisi.

"Saya? Engga lah. Masa saya beri masukan. Masukan dari partai, dari kelompok transisional," ucap Ma'ruf Amin di Kantor MUI pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

Meski begitu, ia mengaku akan mendapat informasi terkait nama-nama dari Presiden terpilih Joko Widodo. Nantinya, nama itu akan diberitahu usai diseleksi.

Ma'ruf pun tak menyodorkan nama-nama menteri ke Jokowi.

"Engga, itu kan Pak Jokoki yah hak prerogratif presiden yang menyeleksi," terang Ma'ruf, seperti dilansir Tribunnews.

Ma'ruf yang Kian Sulit Diwawancara dan Dalih Perintah Atasan

Awak media beberapa kali gagal mewawancarai Ma'ruf yang sebenarnya hadir dalam sebuah acara. Seperti yang terjadi Selasa (23/7), di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jalan Proklamasi, Jakarta.

Ma'ruf yang dijadwalkan memimpin rapat MUI terpantau hadir sejak pukul 11.00 WIB. Agenda rapat yang bersifat tertutup ini dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB.

Jeda waktu yang cukup panjang itu pun dimanfaatkan awak media untuk menemui Ma'ruf yang juga Ketua Umum MUI itu guna wawancara. Namun, saat sejumlah wartawan hendak memasuki Gedung MUI, Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) yang mendampingi Ma'ruf sejak ditetapka jadi cawapres, langsung melarang.

Salah satu anggota paspampres menyebut bahwa Ma'ruf tidak berkenan diwawancara terkait isu apapun.


[news.beritaislam.org]

5 Responses to "Ma'ruf Amin Mengaku Tak Dilibatkan Dalam Pemilihan Menteri Kabinet"

  1. Ente tenang saja dlm boncengan gak usah ribut-ribut

    ReplyDelete
  2. Maaf bapak.. Saya kasih saran untuk pemanggilan bisa di beri Bapak atau Kyai? Karena untuk lebih menghormati bahwa Beliau bukan hanya sekedar Wakil Presiden tetapi seroang Ulama' Kiai. Guru kami

    ReplyDelete
  3. tenang saja pak kyai nanti diminta membacakan doa penutup saat selesai

    ReplyDelete
  4. Tenang saja kyai dari awal kan kyai hanya sebagai pendulang suara kususnya nahdiyin yg penting jadi wakilpresiden mau di ikutkan rembugan atau tidak santai saja yang penting hepy

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel