MIUMI: Aksi Teror Tidak Akan Buat Umat Muslim Dunia Takut ke Masjid







Beritaislam -  Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyatakan pernyataan sikapnya terkait peristiwa pembataian di Masjid Christchurch di New Zealand.

Pernyataan sikap tersebut tertuang dalam sembilan point pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ustaz Bachtiar Nasir sekalu Sekretaris Jenderal MIUMI di Hotel Balairung Matraman, Jakarta Timur, Jumat (15/3).

"Pertama, sebagai bagian dari negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, MIUMI mengutuk pembantaian di Masjid AI-Noor, Christchurch, Selandia Baru (New Zealand) yang dilakukan oleh para teroris biadab," jelas Bachtiar.

Kedua, tindakan biadab ini merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi antar umat beragama dan perdamaian dunia, untuk itu MIUMI menuntut kepada pemerintah New Zealand untuk mengusut dengan cepat dan tuntas serta menangkap dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Selanjutnya, MIUMI menyampaikan kepada dunia bahwa teror yang terjadi tidak akan menghentikan semangat umat Islam untuk mendatangi masjid dan animo orang Iain untuk memeluk agama Islam.

Keempat, MIUMI mendesak pemerintah Indonesia agar menuntut pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan secara sungguh-sungguh, terutama keamanan masjid-masjid dan Umat Islam di Selandia Baru dari tindakan biadab teroris.

"Kelima, MIUMI mengimbau umat Islam seluruh dunia untuk tetap melaksanakan salat berjamaah di masjid-masjid tanpa ada rasa takut sedikit pun dengan tetap waspada menjaga diri dan lingkungan," tambahnya.

Keenam, peristiwa ini memberikan pesan kepada dunia bahwa keberadaan umat Islam yang berjumlah mayoritas selalu menjadi pengayom dan mengedepankan toleransi, tetapi sebaliknya jika posisinya minoritas selalu menjadi sasaran kezaliman.

Ketujuh, MIUMI mengimbau kepada masyarakat Indonesia dan dunia agar tidak terpancing atas tindakan biadab yang dilakukan oleh para teroris internasional.

Kedelapan, mengimbau kepada umat Islam dunia untuk tidak melakukan tindakan balasan kepada umat lain yang tidak terlibat dan agar menyerahkan urusan ini kepada otoritas atau pihak yang berwenang.

"Dan terakhir, pembantaian serupa terhadap umat Islam terjadi hampir setiap hari di Palestina yang dilakukan para teroris Israel," tuturna.

Oleh sebab itu, Bachtiar Nasir mendoakan agar para korban digolongkan oleh Allah subhanahu wata'ala sebagai syuhada, terlebih lagi peristiwa ini terjadi pada hari Jum’at yang mulia dan di bulan Rajah yang suci.

"Atas nama umat Islam Indonesia MIUMI mengucapkan bela sungkawa yang sedalam- dalamnya kepada keluarga korban," tutup Bachtiar.[rmol]

[news.beritaislam.org]


Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: