Dukungan Untuk Emak-emak Militan, Teguran Untuk Mahasiswa Sebagai "Macan Yang Hilang Taringnya"






Dukungan Untuk Emak-emak Militan, Teguran Untuk Mahasiswa Sebagai "Macan Yang Hilang Taringnya"

Beritaislam.org - Oleh: Abu Nawas Barnabas 

Mak, betul Mak, semua kebutuhan naik Mak. Token seminggu yang lalu baru diisi, sekarang sudah teriak-teriak kelaparan. Itu horor Mak, lebih menakutkan dari sinetron terorisme ala rezim.

Mak benar Mak, harga telor naik. Si menteri dagelan bilang gara-gara piala dunia, pernah juga nyalahin cuti peternak. Untung saja kita tidak disuruh bertelur Mak.

Mak betul Mak, harga beras naik, minyak sayur naik, sayur mayur, semua naik Mak. Mereka seperti janjian, satu naik yang lain ikut naik. Katanya karena BBM Mak, sama rezim BBM dinaikin terus Mak.

Mak benar Mak, kayaknya semua barang harus turun. Kalau tidak, buat pejabat semua turun. Kagak ada guna Mak mereka, kita ini memiliki negara tetapi papa dalam urusan kita. Kita ini punya pemimpin, tapi kita seperti yatim piatu.

Mak betul Mak, mahasiswa kita sekarang udah ga peduli. Mereka sibuk kejar jabatan kampus, hanya untuk kejar prestise, edarin proposal, ngabisin anggaran kampus. Mereka udah sumpek turun ke jalanan. Enakan main Gemes online, jumpa pacar di mal, acara stand up an, ketawa cekikikan di acara tipi, menjadi agen partai dan caleg, jadi makelar kekuasan. Mereka udah ga peduli sama rakyat mak, orang tua mereka yang membiayai kuliah juga dilupakan.

Mak, biarlah emak yang kepanasan, karena kritik penguasa sudah tidak didengarkan. Penguasa sudah tebal kuping, tidak lagi mendengar derita kita Mak.

Mak, emak melahirkan kami, sekarang emak juga yang membela kami, teruslah berjuang Mak. Mahasiswa kita sudah tidak bisa diharapkan.

Mak, kelak jika masih bertemu mahasiswa, tetap ingatkan mereka Mak : kalian adalah agen perubahan, musuh tirani dan kezaliman. Karena itu, robohkan istana kepalsuan, congkel semua pintu dan jendela kemunafikan, runtuhkan pagar-pagar penindasan. Tegakanlah keadilan !

Mak, jika emak ketemu mahasiswa tolong sampaikan juga : pendahulu kalian telah mengukir sejarah reformasi, kalian harus mengukir sejarah revolusi. Tidak boleh, kalian berkelindan dibalik nama besar sejarah mahasiswa. Buatlah sejarah kalian sendiri !

Mak, tetap jangan bosan, jika ketemu mahasiswa, tetap katakan : kalian bukan sekedar agen perubahan, yang hanya bergerak setelah mendapat orderan visi perubahan. Kalian adalah pemimpin sekaligus martir perubahan. Kalian yang tetapkan rencananya, kalian yang aksi, kalian yang menentukan arah, bukan patron politik yang menguasai pasar perubahan.

Mak, hati-hati di jalan. Semoga sukses aksinya, ingat ! Hindari provokasi, hindari anarkisme, perjuangan kita masih panjang Mak, emak sendiri yang bilang "TURUNKAN HARGA ATAU LO YANG TURUN".

Jadi hemat-hematlah energi, pahami situasi, karena visi itu harus sampai dia turun. Sebab jika tidak, Mak masih akan terus terbebani dengan melambungnya harga-harga.

Ya Allah ya Rabbi, lindungilah emak-emak kami, Amien. [].

[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: