SYIAR PANJI TAUHID MAKIN MENGGEMA DI HATI UMMAT! CNN Buat Framing Bendera Tauhid adalah Bendera HTI, Hidayat Nur Wahid Meluruskan Dengan TEGAS








Beritaislam.org - Dilansir dari CNN yang menyatakan Bendera berukuran relatif besar milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) diterbangkan melalui puluhan balon dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 pada hari ini. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, balon berwarna hitam-putih itu diikatkan pada bendera HTI berwarna hitam. Kegiatan itu dilakukan sekitar pukul 09:47 WIB. Pelepasan bendera HTI ke angkasa itu dilakukan di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Sejumlah peserta Reuni 212 juga memenuhi kawasan tersebut, sementara kendaraan pun berjalan lambat. (CNN)

Hal ini diluruskan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) di laman seruji.co.id, beliau menyatakan bendera bertuliskan lafadz Laa illaha illallah bukanlah milik salah satu organisasi kemasyarakatan, seperti Hizbut Tahrir Indonesia. Hal itu disampaikan HNW menjawab pertanyaan wartawan dan melihat puluhan bendera Tauhid yang berkibar dalam aksi Reuni Alumni 212 di Lapangan Monas, Jakarta (2/12).

“Bendera La illaha illallah bukan milik HTI. Bendera la illaha ilallah juga bukan bendera kelompok manapun. Tapi bendera Rasulullah,” tegas HNW, di lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

Menurut HNW‎, Indonesia adalah negara hukum. Apabila HTI merasa diperlakukan tidak adil, bisa menempuh jalur hukum. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Rabu (19/7) lalu, pemerintah membubarkan Ormas HTI. Pembubaran diumumkan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kemenkum HAM. Pembubaran HTI merupakan ormas pertama yang dibubarkan melalui Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017.

Pemerintah beranggapan HTI dapat mengancam keutuhan negara karena memiliki paham dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. HTI sendiri merupakan bagian dari jaringan global Hizbut Tahrir yang didirikan oleh mantan hakim Yerusalem dan Yordania, Taqiyuddin an Nabhani pada Maret 1953 di Palestina.

Di Indonesia sepak terjang HTI dimulai sejak pertemuan pemilik pesantren Al Ghazali, Bogor, Abdullah bin Nuh dengan Aktivis HTI Libanon Abdurrahman Al Baghdadi pada 1980-an. HTI sendiri muncul di muka publik seiring dengan kebebasan berpendapat pasca-reformasi. Dan pada 2002, untuk pertama kalinya, mereka menyerukan kekhilafahan Islam di Jakarta.


Merespon pembubaran oleh pemerintah itu, HTI kemudian menggugat ke PTUN. Sebab, HTI merasa tidak pernah melanggar hukum Indonesia. (Seruji)

Komentar: HTI sebelum dibubarkan dikenal sangat getol memperkenalkan Bendera atau lebih tepatnya Panji Ar Roya dan Al Liwa kepada masyarakat sebagai Panji Rasulullah, Panji Ummat Islam. Masifnya HTI yang secara gencar membuat sebagian orang yang belum memahami ataupun membenci HTI membuat framing tidak adil pada HTI meskipun sudah dibubarkan secara sepihak oleh pemerintah, namun faktanya apapun yang disematkan pada HTI tidak pernah terbukti adanya. Wallahua'lam

[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: