Polemik Perayaan Tahun Baru Yang Dihubungkan Dengan Facebook Buatan Yahudi, Ini Jawaban Ustadz Felix Siauw

Polemik Perayaan Tahun Baru Yang Dihubungkan Dengan Facebook Buatan Yahudi, Ini Jawaban Ustadz Felix Siauw

Sering sekali kaum muslimin dinyinyirin seperti komik diatas, mengharamkan Terompet kok make Facebook, khan buatan yahudi ? mengharamkan Tahun baru kok masih pake laptop buatan Yahudi dll.

Berikut jawaban dari Ust Felix Siauw

Hadharah dan Madaniyah

Peradaban itu adalah kumpulan pemahaman atas kehidupan, dan hanya bisa terbagi menjadi dua, yakni peradaban yang terpengaruh aqidah (ideologi) dan yang bebas darinya
Sebut saja yang ada pengaruh aqidah sebagai hadharah, dan yang tak terpengaruh aqidah sebagai madaniyah, dari situ kita bisa memutuskan mana boleh mana tak boleh

Maka jelas, kapitalisme, sosialisme, dan semua turunannya adalah hadharah yang tak boleh diambil, sedang ilmu pengetahuan adalah madaniyah yang boleh diambil Muslim

Maka jelas, perayaan tahun baru, hari raya natal, dan semua hari raya yang berkaitan dengan aqidah tak boleh diambil, sedang media sosial, teknologi, boleh saja
Intinya ada pada aqidah. Bila sesuatu itu mengandung atau dipengaruhi aqidah, maka dia tak boleh diambil, sebab kita mengambil sesuatu selain Islam

Contoh lagi, Newton menemukan gravitasi, ini bagian madaniyah, bukan hadharah, sebab tak terpengaruh aqidah, mau siapapun yang menemukan, tetap g = 9.8 m/s
Tapi pandangan filsafat barat tentang tata nilai, pemerintahan, keadilan, kesejahteraan, pemerataan ekonomi, semuanya bagian hadharah, yang tak boleh ditiru

Maka kalung salib, rosario, kaos bergambar Yesus, dan semisalnya bagian dari hadharah, sementara facebook, twitter, instagram, itu bagian dari madaniyah, begitu adanya
Maka kita menolak tahun baru sebab itu tak ada dalam agama kita, melakukannya berarti menyerupai orang kafir, sebab tahun baru adalah perayaan yang terpengaruh aqidah

Lalu orang berkata "Kenapa masih pakai facebook dan instagram?", ini tanda orang itu belum memahami, mana yang terpengaruh aqidah mana yang tidak
Mana yang boleh diadopsi dan mana yang tidak boleh, dan wajar, yang bicara begini pasti yang belum paham, tugas kita memberi pengertian dan memahamkan

Islam tidak menolak segala yang berasal dari luar Islam, tapi Islam juga tidak menerima semuanya, sebab Islam punya identitas, dan semuanya dari aqidah yang benar
Coba pikir, bila kita mengaku Muslim, tapi aktivitas kita, gaya kita tak ada beda dengan yang kafir, lalu apa pengaruh Islam bagi kita? Atau jangan-jangan kita yang tak paham Islam?

Ustadz Felix Siaw
S

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini