Tito Jadi Menteri, Pengamat: Bukti Polisi Bantu Menangkan Jokowi

Tito Jadi Menteri, Pengamat: Bukti Polisi Bantu Menangkan Jokowi

Beritaislam -   Pengamat politik, Syamsuddin Haris, angkat bicara soal masuknya nama (mantan) Kapolri, Jendral Tito Karnavian, sebagai salah satu calon menteri di kabinet Jokowi jilid II.

Diketahui sekarang, Jokowi mengangkat Tito Karnavian menjadi Menteri Dalam Negeri, setelah sehari sebelumnya mencopot dia dari jabatan Kapolri.

Menurut Syamsuddin, sebelum dipastikan menduduki kursi menteri, seharusnya Jokowi memastikan dulu tugas Tito untuk mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan telah diselesaikan.

"Mestinya Presiden nagih dulu kepada Pak Tito, sebab Jokowi 3 bulan yang lalu menugaskan menangkap penyerang Novel. Seharusnya itu ditagih dulu sebelum mengumumkan kabinet," ujarnya pasca-diskusi publik, Selasa (22/10/2019).

Syamsuddin menduga, ada kontrak politik antara Jokowi dengan Tito selama ini. Dia menilai, Kapolri memiliki andil dalam memenangkan Jokowi pada pemilihan presiden dan wakil presiden lalu.

"Saya menduga ini kan semacam tanda kutip balas jasa, Pak Tito berjasa ikut memenangkan [pemilu] melalui jajaranya," ungkap peneliti LIPI itu.

Selain itu dia mengungkapkan, Tito telah menyiapkan penggantinya sebagai Kapolri yang sejalan dengan komitmennya selama ini.

Dia juga meyakini, dengan sistem yang sudah terbangun, jajaran kepolisian tetap dapat bekerja dengan baik meskipun tanpa kepemimpinan Tito.

"Ya tentu kalau betul Pak Tito menjadi menteri sudah menyiapakan pengganti yang memiliiki komitmen memberantas teroris. Dalam hal itu, jajaran polisi dapat dipercaya walapun tidak dipimpin Pak Tito," tukasnya. [mc]

[news.beritaislam.org]

7 komentar untuk "Tito Jadi Menteri, Pengamat: Bukti Polisi Bantu Menangkan Jokowi"

  1. Selama ini orang suda tau kalau tito ikut memenangkan joko

    BalasHapus
  2. "Prabowo jadi menteri, bukti Prabowo mengalah agar Jokowi menang"

    BalasHapus
  3. Kadal gurun sudah akan punah, di sikat habis. Semua sudah diisi pejabat anti taliban, anti kadal, anti HTI, anti FPI, anti radikal, anti terorisme. Nah..mau kemana kauuu...hanaha

    BalasHapus
  4. Cebong dan kampret sudah sekolam.... kita kemana ni ndrroooo..?

    BalasHapus
  5. Tentu ada alasan terhadap penunjukan Tito sebagai Mendagri di periode kedua pemerintahan Jokowi. Kemendagri akan menjadi vital sekali terutama pada pemilihan kepala daerah 2020. 270 kabupaten kota dan provinsi nanti yang akan melaksanakan pilkada serentak itu kan setelah Indonesia. Selain itu, Mendagri juga menjadi Pelaksana tugas (Plt) periode 2022-2023. Karena, sejumlah kepala daerah di Indonesia masa jabatannya akan berakhir sebelum pemilihan kepala daerah. Jadi, penunjukan Tito untuk menjadi Mendagri bukanlah pilihan salah yang dibuat oleh Jokowi. Peran strategis ini harus diisi oleh orang-orang kepercayaan Pak Jokowi dan Tito saya rasa orang yang tepat mengemban tugas itu.

    BalasHapus
  6. Prabowo jadi menteri bukti gerindra menangkan jokowi🤣😂

    BalasHapus
  7. pret..prabowo jg jd mentri berrt prabowo jls bukti mmbantu kmnangn pak jokowi..pantas lo sakit ati pret

    BalasHapus
Banner iklan disini