Iuran BPJS Naik 100% Mulai 1 Januari 2020, Terima Kasih Pak Jokowi...
Beritaislam - Pemerintahan Jokowi melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kenaikan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan tetap akan dilakukan meski banyak pihak yang mengkritik.
Pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program JKN BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk menutup defisit JKN.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengatakan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan mulai berlaku pada 1 Januari 2020 tahun depan.
Kenaikan ini untuk peserta kelas I dan II atau peserta non-penerima bantuan iuran (PBI) pemerintah pusat dan daerah.
Mardiasmo mengaku, penyesuaian iuran BPJS Kesehatan pada awal 2020 merupakan opsi terakhir yang bisa dilakukan agar defisit keuangan bisa teratasi.
Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat 150 kali sebelum memutuskan untuk menyesuaikan iuran BPJS Kesehatan.
"Sebenarnya saya ingin menyampaikan, jadi sebenarnya kita Kemenkeu kita merapatkan ini lebih dari 150 kali, hampir setiap hari. Jadi penyesuaian iuran itu the last option," kata Mardiasmo di acara FMB9, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Rapat mengenai BPJS Kesehatan dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang PMK dan Kementerian Kesehatan yang awalnya memutuskan untuk melakukan bauran kebijakan dengan tujuan menekan potensi defisit.
Adapun bauran kebijakan tersebut seperti membenahi sistem layanan kesehatan secara penuh, mulai dari sistem rujukan, klaim, dan lain sebagainya yang membuat BPJS Kesehatan berkelanjutan atau sustainable.
Berikut daftar iuran BPJS Kesehatan yang berlaku pada 1 Januari 2020:
1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa
2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000 per bulan per jiwa
3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000 per bulan per jiwa
4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500 per bulan per jiwa
Berapa jumlah peserta yang terdampak?
Saat ini tercatat jumlah peserta BPJS Kesehatan sebanyak 223,3 juta jiwa, dengan 82,9 juta di antaranya merupakan peserta non-PBI.
Peserta non-PBI terdiri dari peserta penerima upah (PPU) pemerintah 17,5 juta jiwa, PPU badan usaha 34,1 juta jiwa, peserta bukan penerima upah (PBPU) 32,5 juta jiwa dan peserta bukan pekerja (BP) 5,1 juta jiwa.
Peserta non-PBI yang terbanyak ialah PPU badan usaha alias karyawan.
Saat ini iuran BPJS Kesehatan karyawan sebesar 5 persen dari gaji pokok. Rinciannya 4 persen dibayar oleh perusahaan dan 1 persen oleh karyawan. [ts]
[news.beritaislam.org]


Mau dinaikin 100 sampe 200% silahkan itu hak pemerintah yg penting pemerintah harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyatnya,
BalasHapusTop deh...pak Jokowi..
BalasHapusCocok.. Sebagai komitmen meningkatkan kesejahteraan rakyat..!! Ingat pak yg daftar BPJS itu sdh pasti banyak dr kalangan upah minim,pekerja tdk tetap dsb. Jadi org seperti kami ini jgn sampai sakit lebih baik langsung mati saja karena tdk sanggup bayar BPJS.. Coba diriview yg salah tunggakannya ap gaji karyawannya yg terlalu besar?
BalasHapusAtau karena ini??
"Mengutip Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2019, BPJS Kesehatan menganggarkan beban insentif kepada direksi sebesar Rp32,88 miliar. Jika dibagi ke delapan anggota direksi, maka setiap anggota direksi mendapatkan insentif Rp4,11 miliar per orang.
Dengan kata lain, seluruh direksi menikmati insentif Rp342,56 juta per bulan. Sementara itu, beban insentif dewan pengawas BPJS Kesehatan dianggarkan Rp17,73 miliar per tahun.
Jika dibagi kepada tujuh dewan pengawas, maka tiap kepala mendapat insentif Rp2,55 miliar. Jika dirata-rata ke dalam 12 bulan, maka insentif yang diterima dewan pengawas adalah Rp211,14 juta per bulan."
Good info..! 👍
HapusNaekin Trs Dan ngutang Lagi
BalasHapusDengan naik iuran bpjs,apakah petani akan sejaterah,atau tidak,kita yang berpengasilan tidak tetap akan hancur.dan bagi yang beruntung selamat.
BalasHapusYang miskin Makin boros, yang Kaya Makin pelit.
BalasHapusYng kaya dan petugas bpjs tdk pake bpjs kok .jadi ya ndak keimbas
HapusMau naikin berlipat lipat kali jg klo koruptornya masih berkeliaran gak bakal nutup difisit JKN, Undang2 koruptor gak bikin jera pelakunya. Iuran dinaikan rakyat makin tercekik.
BalasHapusMantaaaaap lah paak Deee
BalasHapusSakareep mU lah..nyesel aeenk oiy ahk
Rapat 150 kali keputusannya cuma begitu doank, yg lulusan SMA sekali rapat juga bisa klo cuma bikin
BalasHapuskeputusan begitu mah..udah abis berapa duit utk ngadain rapat 150 kali bro
Cerdas..!
Hapusmantap pak bos.. gas terus.. sukakmu.
BalasHapusPak de Jokowi memang keren....menutupi defisit jkn dengan memganiaya rakyatnya...sakarep mu lah
BalasHapusKlu iuran BPJS jadi naik ..jlas aq gk kuat bayar ....pasti 100% nonaktif .resign dr bpjs ...beaya hidup aj berat
BalasHapusGa boleh resign kayanya..!
HapusMakin lama makin menjadi si cebong nih
BalasHapusWaw gaji direksi dan pengawas bpjs luar biasa. Gemana gak defisit terus
BalasHapusMestinya gajih pejabat dan pengawas bpjs yang dikurangi... Dasar pada muka badak lu pade. Lihat saja nanti... Bpjs naik pun... Defisit keuangan negara tetap besar karena dikorupsi.
BalasHapusNyeselkan milih jokowi.. nasi dah jadi tai nih namanya, 2020 bakal gejolak lg nih
BalasHapusduitnya hbis buat korupsi n gaji pns trus ,buruh2 n petani smkin berat beban hidupnya.paraah
BalasHapusSdh 5 thn byr mandiri, mulai thn depan pasti tdk sanggub byr, piye tho pakde, hidup makin susah
BalasHapusYA ALLAH BERILAH SANG ARYO PANINGIT KE INDONESIA AGAR RAKYAT TDK SUSAH LG,MANA YG WAKTU PILPRES TDK PRO KENYATAANNYA SKRG LAIN,ADEM AYEM...
BalasHapusPAK PRESIDEN ANDA TERNYATA TDK SEPERTI KENYATAANNYA Y,YG KTNYA PRO RAKYAT DSB TERNYATA OMDO,KL INGIN MENEKAN DIFISIT BPJS JGN RAKYAT DIBIKIN SUSAH APAKAH BPK TDK BERPIKIR DGN ORANG YG GAJINYA PAS"AN,BPK ENAK GAJI BESAR TDK ADA BEBAN WAJAR PAK KL ADA DEMO KRN BPK TDK PRO RAKYAT,ITU DRPD PINDAH IBUKOTA YG ANGGARANNYA SAMPAI 4 T LBH BS DIGUNAKAN UNTUK DIFISIT BPJS,PINDAH IBUKOTA TDK BYK PENGARUHNYA PAK,SY NYESEL MILIH BPK DAN MEMBANGGAKAN BPK TERNYATA....MELESET DIMN HATI NURANI BPK SEKALI LG SY SANGAT MENYESAL DAN JUJUR BYK TETANGGA SY YG PRO BPK,TP SKRG MEREKA MENYESAL,SAMPE KPN PUN INDONESIA TDK AKAN MAJU...TERIMA KSH
BalasHapusIKUT DEMO MAHASISWA AJA PAK..!
Hapusapa kerjanya para pegawai BPJS Kesehatan dr level terendah sampai level teratas sdh sesuai gaji yg mereka terima.....??mrk jg asuransi kesehatannya pakai yg lain
BalasHapusDiberita tgl 1 Jan 2020, tp kenyataannya sudah naik, kasiahan wong cilik seperti kami
BalasHapusBerita yg benar yg mana pak sudah naik atau tahun dpn br naik, kok Iuran bpjs malah sudah naik duluan dr bulan2 kmrn
BalasHapusHarga cukai rokok naik..kok nggak ada yg...😂..tetap laku keras ya😂..Bpjs naik pada komen semua😂
BalasHapusAlhamdulillah...
BalasHapusWahai pak presiden yang saya pilih.
BalasHapusKali ini saya kecewa dengan keputusannya.
Kalau seandainya 1 keluarga ada 6 orang, bapak,ibu dan 4 orang anak.(masih sekolah) dan yang kerja hanya 1 orang yaitu sibapak.
Gaji 4juta.
Biaya sekolah 500 rb
Kontrakan 500 rb
Bpjs 600 rb
Listrik 200 rb
Apakah cukup pak? Ditambah kebituhan lainnya?.
Mantab x pemerintah lanjutkan biar rakyatmu mati semua.merdeka..
BalasHapusYang naikin bpjs para koruptor
BalasHapusDikasih standart pada nunggak,defisit dinaikin pd koar2. Roko kuota hp naik gd yg ribut
BalasHapusBegitulah orang" +62
HapusKalo buat kesehatan n baik ngeluh ga kaya beli rokok mahal juga ga ada yg ngeluh. Aneh kan orang" +62
Bagus lah,, pangkas saja semua subsidi,, BBM PLN BPJS biar rakyat bisa lebih sejahtera karna penglamn negara lain bangkrut karna telalu memanjakan rakyatnya dgn subsidi
BalasHapusMemang kalian penguasa tidak punya hati .Tunjangan kalian pejabat itu harus a di kurangi . Kecuali jika gaji kami seperti di luar negeri itu tak masalah, di kenai kenaikn , ini gaji sudah tidak seberapa. Pakek acara g bisa manjangin izin sim lagi. Kalian memang tidak memikirkan rakyat, jangan susah kalangan sendiri , jika orang lain boleh.
BalasHapusItu lah pemimpin hasil pilihanmu !
BalasHapusItulah jadinya kalo salah pilih presiden..! 😠😠
BalasHapus