Cinta Tak Direstui, Mahasiswa UGM Kirim Video Tak Senonoh Pacar ke Orang Tua

Video Porno Mahasiswa UGM kirim ke orang tua pacar

Beritaislam -  Polda DIY mengamankan JAZ (26) pelaku penyebar video dan foto porno yang berisi konten adegan seks pelaku dan pacarnya BCH (24). Polisi memastikan pelaku salah seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Yogyakarta.


Dari penelusuran catatan digital tersangka, pelaku disinyalir merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan UGM atas nama Jibril Abdul Aziz.

Diketahui, tersangka pernah menjadi salah satu panitia dalam diskusi yang mengundang Sudirman Said pada masa kampanye Pemilu 2019. JAZ juga pernah diundang salah satu stasiun televisi swasta untuk menyampaikan komentarnya terkait diskusi Sudirman Said yang dilarang di UGM.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani ketika dikonfirmasi, Senin (19/8/2019) mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui informasi tersebut. Karenanya pihak kampus mencari tahu informasi tersebut.

"Yang pasti akan kami cari tahu informasinya dulu," ujarnya.

Bila terbukti pelaku maupun korban benar merupakan mahasiswa UGM, maka pihak kampus akan memberikan sanksi pada keduanya sesuai aturan yang berlaku. UGM masih menunggu hasil pemeriksaan keduanya.

"Sanksi bagi mahasiswa bisa dari yang paling ringan diberi peringatan hingga paling berat dikembalikan ke orang tua," katanya.

Sebelumnya, JAZ dibekuk polisi lantaran menyebarkan foto dan video mesum pacarnya lewat Whatsapp dan Line. Aksi penyebaran kontek syur itu dilakukan lantaran JAZ sakit hati dilarang keluarga BCH untuk menikah padahal pasangan tersebut sudah berhubungan sejak 2017 silam.

BCH kemudian melaporkan pelaku ke Polda DIY pada 9 Juli 2019. Pemuda tersebut dibekuk polisi saat berada di kawasan UGM pada 15 Juli 2019 lalu.

Akibat Penerapan Sistem Sekuler

Sungguh menyedihkan keadaan masyarakat di negeri ini. Tidak hanya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan namun sesama jenis pun sudah menjadi sesuatu yang biasa dan bahkan sudah menjamur. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Pergaulan bebas lahir dari paham kebebasan yang meyakini 4 kebebasan dalam kehidupan yakni kebebasan berpendapat, kebebasan beragama, kebebasan berprilaku dan kebebasan berkepemilikan.

Berdalih kebebasan berprilaku, hampir semua orang menggunakan alasan ini untuk melakukan free sex. Terlebih diperkuat dengan ide HAM (Hak Asasi Manusia).

Jika perbuatan keji ini dilakukan suka sama suka maka bukanlah masalah yang harus diselesaikan karena itu termasuk hak asasi manusia yang dilindungi.

Pemahaman masyarakat saat ini memang sudah berganti dari pemahaman agama (baca: Islam) kepada pemahaman yang cacat. Adanya kebebasan berprilaku tentunya didadasarkan kepada pemahaman dalam memandang kehidupan (pandangan hidup).

Karena perbuatan sangat dipengaruhi oleh pemahaman seseorang terkait sesuatu yang akan dilakukannya. Permasalahannya saat ini yang menjadi akar kerusakan di muka bumi ini adalah pemahaman manusia yang salah tentang pemecahan masalah kehidupan.

Saat ini yang dijadikan landasan untuk berprilaku adalah akal manusia dan yang menentukan kebijakan dan aturan untuk diterapkan di kehidupan ini adalah manusia.

Maka menjamurnya pergaulan bebas di tengah-tengah masyarakat menjadi sesuatu kewajaran karena dalam benak masyarakat paham kebebasan merupakan sebuah landasan untuk melakukan perbuatan.

Paham kebebasan ini tentunya lahir dari paham sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan yang bersumber dari manusia. Pemikiran inilah yang menggerogoti pemikiran masyar akat dalam kehidupan.

Peran Negara dalam mengatur sistem pergaulan ini pun samar, kabur dan tidak jelas dan bahkan seakan-akan melepaskan tanggung jawabnya untuk mengurusi rakyat.

Salah satu contoh saat ini untuk mengarah kepada pergaulan bebas difasilitasi dengan adanya media yang menyebarkan pornografi-pornoaksi seperti televisi, internet, majalah dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, alat kontrasepsi pun sudah menjadi barang yang mudah didapatkan oleh siapapun sehingga secara tidak langsung diperbolehkan untuk melakukan hubungan suami istri dengan siapapun walaupun tidak terikat pernikahan. Lantas bagaimana pemecahan permasalahannya?

Islam adalah sebuah aturan kehidupan yang sempurna. Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah mahdhoh saja seperti shalat, zakat, naik haji, puasa, namun Islam mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk sistem pergaulan.

Islam mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan, dimana hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim hanya sebatas dalam ranah pendidikan, muamalah, persanksian dan kesehatan.

Islam mengatur untuk tidak bolehnya berkhalwat (berdua-duaan), berikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan), mengumbar aurat, bertabarruj (berdandan berlebihan), melakukan safar tanpa ditemani mahram bagi seorang perempuan.

Dari sini betapa aturan Islam sangat memanusiakan manusia. Wajar jika yang terjadi hanyalah keamanan, kenyamanan dan ketentraman.

Hal ini dikarenakan Islam merupakan aturan kehidupan yang bersumber dari Sang Kholik, Allah yang mengetahui seluk beluk makhluknya termasuk manusia.

Jika kita mengaku beriman kepada Allah tentunya konsekuensi keimana n kita adalah bertakwa kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Itu artinya menjalankan syariat Islam secara totalitas dalam kehidupan.

Aturan islam yang sempurna ini tentunya hanya bisa diterapkan dalam bingkai khilafah. Apa itu khilafah?

Khilafah adalah kepemimpinan umum kaum Muslim seluruh dunia dimana diterapkan syariat Islam secara sempurna dan mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan da'wah dan jihad.

Oleh karena itu kita selaku umat muslim harus senantiasa istiqomah memperjuangakan penerapan syariat islam secara totalitas di bawah naungan khilafah [Ayu Susanti]

[news.beritaislam.org]

0 Response to "Cinta Tak Direstui, Mahasiswa UGM Kirim Video Tak Senonoh Pacar ke Orang Tua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel