Natalius Pigai Buat Surat Terbuka untuk Jokowi: Anda Presiden Mengatur Kamera Demi Sebuah Pencitraan

Natalius Pigai Buat Surat Terbuka untuk Jokowi: Anda Presiden Mengatur Kamera Demi Sebuah Pencitraan

Beritaislam - Yth. Bapak Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Di Istana Negara

Terus terang saja dari lubuk hati yang terdalam sebagai umat beragama saya sedih melihat video Anda sebagai seorang Presiden Joko Widodo mengatur kamera seakan akan menunjukkan kepedulian pada rakyat Indonesia. Terlihat hanya demi sebuah pencitraan di atas puing-puing kematian dan penderitaan rakyat Banten.


Kita diberi hati nurani Kemanusian (humanity), cinta dan kasih sayang (loving), kepedulian pada sesama manusia (helping), apalagi pada rakyat yang Anda pimpin.

Tidak perlu belajar nun jauh di negeri china, tidak penting segudang ilmu dari dunia barat hanya untuk memahami esensi sebuah Simpati dan Empati pada manusia karena nilai tersedia di sini di bumi nusantara. Di sini ada TUHAN, MANUSIA (khalifa), BERSATU, MUSYAWARAH mencapai KEADILAN SOSIAL.

Jakarta, 26 Desember 2018

Natalius Pigai
(Aktivis Kemanusiaan)

___
*Sumber: fb Natalius Pigai


[news.beritaislam.org]

2 komentar untuk "Natalius Pigai Buat Surat Terbuka untuk Jokowi: Anda Presiden Mengatur Kamera Demi Sebuah Pencitraan"

  1. Natalius Pigai ini kader Demokrat asal Papua, yang berarti ia adalah kader oposisi sudah pasti ingin selalu menjelek-jelekkan pemerintah dan presiden. Tapi usahanya selalu gagal termasuk di tanah kelahirannya Papua tidak mendapatkan dukungan dari tokoh dan masyarakat Papua karena mereka sudah melihat sendiri hasil kerja pemerintah di Papua.

    BalasHapus
  2. HIDUP HANYA SEKALI Jangan kritik sebelum anda menjadi panutan !!! Seorang presiden itu terlalu banyak beban yang dipikulnya belum memikirkan negara ,rakyat, keluarganya sendiri bahkan musibah musibah yg terjadi, berpikirlah positif mungkin bapak presiden membuat dokumentasi untuk arsip di masa depan bukan sekedar pencitraan, menurut saya siapa saja yg menjadi presiden itu sudah suratan / garis kehidupannya menjadi pemimpin bukan pencitraan, kalau melihat dari sisi positifnya. Cinta tanah air INDONESIA

    BalasHapus
Banner iklan disini