Catatan terakhir Saya Terkait Ratna Sarumpaet dan Pesan Moral Terpentingnya








Beritaislam - Ust Yuana Ryan Tresna
(Baca Sampai Paragraf Terakhir )

Mencermati semua informasi dan pengakuan RS. RS itu awalnya berbohong ke keluarga (anaknya) terkait penganiayaan (padahal oplas). Anaknya cerita ke yang lain. Sampailah ke tokoh-tokoh politik. Pada jenguk. Maka hebohlah dari Sabang sampai Merauke. Simpel awalnya, namun jadi kompleks dan jadi komoditas politik. RS akhirnya menyerah.


Tidak ada hubungan dengan copras capres, atau terkait desain konspirasi. Atau pengakuan terakhir diduga ada tekanan, dll. Terasa berlebihan. Semua pengakuan yang awal itu prematur.

Kalau benar dianiaya, tinggal visum saja. Semua akan jelas. Sayangnya RS tdk mau. Prosedur normal kalau dianiaya: lapor polisi dan visum. Ini keduanya tidak dilakukan. Jadi hukumi saja zhahirnya, bahwa dia berdusta. Apalagi memang ada bbrp kejanggalan: di Bandung tanggal tsb tdk ada konferensi internasional, dll.

Semua hal yg menimpa pak Hermansyah, Novel Baswedan, dll sudah melakukan prosedur normal. Semua bukti kokoh. Publik yg akhirnya menilai terkait penegakan hukum. Kalau kasus RS ini prematur sekali. Semua terbantahkan oleh investigasi di lapangan. Karena awalnya juga hanya kebohongan untuk keluarga. Kalau serius, apa susahnya lapor dan divisum. Prosedur normal kalau menghadapi gangguan fisik: foto, visum, lapor polisi.

Mengapa perlu ditekankan ini, agar kita tidak malah berspekulasi soal konspirasi yg tdk didukung dg indikasi kuat. Nanti kalau ada temuan indikasi baru, itu lain lagi. Sejauh ini narasi di Bandung mentah semua, spt konferensi dan klinik. Bahkan dia masih main twitteran saat itu.

Jadi, dalam pengakuannya, bhw kebohongan itu utk anaknya. Internal keluarga. Tapi anaknya yg cerita, hebohlah se-Indonesia. Kubu 02 akhirnya kena. Kubu 01 dapat durian runtuh. Sekarang makin rumit karena jadi komoditas politik. Saling lapor.

Kebohongan RS telah menjadi bencana nasional. Pesan moralnya, jangan berbohong ke keluarga ya, termasuk ke anak dan istri, jangan ngaku diculik padahal nginap di mertua kedua. Kalau anda tokoh publik bisa heboh kayak RS.

#PaluYangPilu

[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan terakhir Saya Terkait Ratna Sarumpaet dan Pesan Moral Terpentingnya"

Post a Comment