Inilah Ulama Kami, UAS Posting Kalimat Tauhid Di Instagram yang Dituding Banser sebagai Lambang HTI

Foto: IG @ustadzabdulsomad

Beritaislam - Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengakui telah meminta kepada pihak kepolisian untuk mempertimbangkan kegiatan ceramah Ustaz Abdul Somad di Jepara, Jawa Tengah. Belum diketahui, apakah permintaan GP Ansor ini menjadi salah satu alasan Somad membatalkan rangkaian ceramahnya di beberapa daerah di Jawa Tengah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Choli Qoumas mengungkapkan sejumlah alasan. GP Ansor menilai, dalam beberapa ceramah yang disampaikan UAS terdapat ajakan-ajakan untuk menegakkan khilafah.

Selain itu, menurut Yaqut, terdapat ceramah UAS yang justru mencibir salah satu tokoh syuriah PBNU. Di samping itu, Yaqut menilai, terdapat ceramah UAS yang terkesan mengajak warga NU untuk melawan kepengurusan PBNU yang sah dengan mengikuti tokoh-tokoh NU tertentu.

“Catatan-catatan ini yang menjadi dasar Ansor di Jepara menyampaikan permohonan ke kepolisian untuk mempertimbangkan kembali kehadiran UAS di sana. Artinya jika pihak kepolisian tetap memperbolehkan, ya kita persilakan saja. Wong kami semua ngerti aturan, nggak mungkin bertindak sendiri,” tutur Yaqut kepada Republika pada Rabu (5/9).

Lebih dari itu, Yaqut pun mengatakan, GP Ansor keberatan terhadap manajemen UAS yang menggunakan simbol-simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai organisasi yang telah dilarang di Indonesia. Kendati demikian, Yaqut menegaskan pihaknya tak pernah menolak adanya kegiatan ceramah UAS. Namun, hanya memberikan pertimbangan kepada kepolisian.

“Jepara itu salah satu basis NU di Jateng, jika tim manajemen UAS mendatangkan petugas dengan menggunakan simbol-simbol HTI, apa ini bukan memancing namanya?” tuturnya.

Yaqut mengatakan, tindakan Ansor dengan melayangkan surat pertimbangan kepada kepolisian sebagai bentuk dari peringatan kepada pemerintah agar lebih peka terhadap upaya-upaya yang hendak merusak negri. “Soal bagaimana UAS mengoreksi diri itu dil uar kemampuan saya, belajar dari masa lalu silakan,” katanya.

GP Ansor juga menilai, ceramah Ustaz Somad 'ditunggangi' oleh organisasi kemasyarakatan yang telah dilarang keberadaannya di Indonesia, yakni HTI. Atas alasan tersebut, menurut Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Mujiburrohman GP Ansor Jepara mengeluarkan pernyataan sikap ketika UAS hendak menggelar kegiatan ceramah di Ponpes Alhusna Mayong Kabupaten Jepara pada 1 September lalu.

“Hati hati, itu sebagai kehati-haitan jangan sampai ceramahnya atau roadshow UAS ini, jangan samapai 'ditunggangi' eks HTI, bukan melarang, menjegal, apalagi mempersekusi,” tutur Mujiburrohman kepada Republika, Rabu (5/9).

Dalam surat pernyatan sikap itu, GP Ansor Jepara meminta Polri secara tegas dan ekstra untuk mengawasi roadshow UAS dan mencegah terjadinya konsolidasi eks HHTI, tidak boleh ada atribut, kampanye, yel-yel, bendera dan lainnya yang berkaitan dengan HTI.

Selain itu, GP Ansor Jepara meminta Polri untuk memastikan dalam kegiatan ceramah UAS terdapat bendera merah putih dan didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. GP Ansor juga berkomitmen untuk menjaga kondusivitas daerah dan berbagai ideologi yang merongrong keutuhan NKRI.

“Diindikasikan begitu, karena krunya itu menggungakan simbol-simbol HTI, lafaz laillahaillallah itu memang betul yang tertinggi dalam agama. Ini akan menjadi bahan gorengan dikira kita tak menghormati lafaz tersebut, tapi kalau sudah menjadi bendera sudah beda lagi,” katanya.

Kendati demikian, ia menegaskan GP Ansor Jateng tak pernah melakukan pelarangan terhadap ceramah UAS bahkan mengancam dan mengintimidasi alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu. Mujib berpendapat, agar UAS melapor kepada polisi jika merasa ada ancaman dan intimidasi yang ditujukan kepadanya.

“Ansor itu didirikan 11 tahun sebelum Indonesia merdeka itu salah satu tujuannya untuk dakwah Islam ahlisunnah wal jamaah nahdiyah. Maka ketika ada dakwah, rasanya tak mungkin sekali dihaling-halangi, dilarang, dipersekusi,” tuturnya.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqqodas meminta setiap pihak tak memperkeruh suasana dengan menuduh adanya organisasi tertentu yang menunggangi kegiatan ceramah Ustaz Somad. Ia khawatir tuduhan-tuduhan tersebut justru akan mengganggu persatuan terutama dikalangan umat muslim.

“Kalau itu sikap seperti itu didasarkan kepada asumsi-asumsi dan tidak didukung dengan bukti kan itu tidak menyelesaikan masalah, justru memunculkan masalah memperparah disintergrasi sesama kekuatan masyarakat sipil,” tutur Busyro di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah pada Selasa (4/9).

Link: https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/09/05/peky1k409-mengapa-gp-ansor-curigai-ustaz-somad-ditunggangi-hti

Seakan menantang Banser dan GP Ansor untuk membuktikan tuduhan mereka yang mengklaim bahwa yang ada Kalimah Tauhid adalah simbol HTI, Ustadz Abdul Somad hari ini mengupload foto-foto yang ada kalimat Tauhid, diantara yaitu beberapa orang Ustadz memakai topi bertuliskan Tauhid, di keranda, di mobil bahkan yang juga dipegang oleh Jokowi, UAS juga sekaligus menjelaskan makna Kalimah Tauhid









TAUHID


Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda:


Talqinkanlah orang yang sakaratul maut diantara kamu dengan kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (Hadits Riwayat Imam Muslim)


Apa yang sering kita lihat, kita dengar, kita ucapkan dan kita pikirkan serta renungkan. Itulah yang akan datang ketika sakaratul maut.


Semoga akhir kalam kita لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ



[news.beritaislam.org]

1 komentar untuk "Inilah Ulama Kami, UAS Posting Kalimat Tauhid Di Instagram yang Dituding Banser sebagai Lambang HTI"

  1. Yang alergi dengan kalimat tauhid itukan orang2 kafir dan komunis...
    Kenapa banser ansor alergi dng kalimat tauhid? Manusia2 Nyeleneh

    BalasHapus
Banner iklan disini