Sudjiwo Tedjo Angkat Bicara soal Aksi Demo di Depan Gerai Markobar Milik Gibran Rakabuming "ANAK POLAH BAPAK KEPRADAH" Ini Maksudnya








Beritaislam.org - Budayawan Sudjiwo Tedjo turut buka suara mengenai aksi demo yang digelar di depan gerai martabak Markobar milik putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia ungkapkan melalui akun Twitter @sudjiwotedjo yang diunggah pada Senin (2/7/2018).

Menurut Sudjiwo Tedjo, aksi tersebut tidak sejalan dengan pesan leluhur.

Sudjiwo Tedjo mengatakan berdasarkan pepatah Jawa, jika seorang ayah dianggap 'bertingkah' maka sang anak jangan disangkut-pautkan.

@sudjiwotedjo: "Aku bukan pendukung siapa2.

Tp mendemo Pak Jokowi dgn mendemo putranya, menurutku tidak in line dgn pesan leluhur "ANAK POLAH BAPAK KEPRADAH" (anak bertingkah bapaknya yg kena getah).

Kalau sebaliknya, bapaknya (yg dianggap) berpolah, jangan anaknya yg digetahi.

Demikian usulku."

Diberitakan Kompas.com, sejumlah kelompok yang mengenakan kaus 2019 Ganti Presiden menggelar aksi menyuarakan suara mereka.

Para peserta aksi berkumpul di depan gerai Markobar milik Gibran.

"Peserta berkumpul di Lapangan Kota Barat Solo. Ada ribuan umat Islam di Solo dan sekitarnya yang ikut kegiatan ini (jalan sehat)," kata Endro Sudarsono dari Divisi Advokasi Dewan Syariah Kota Surakarta ketika dikonfirmasi, Senin (2/7/2018).

Menurut Endro, tidak ada kesengajaan massa berkumpul di tempat itu.

"Dari dulu kalau kami aksi titik kumpulnya selalu di situ. Jadi, tidak tahu kalau di situ ada gerai Markobar," ungkapnya.

Setelah berkumpul di Lapangan Kota Barat, massa umat Islam melakukan longmarch.

Mereka berjalan menuju perempatan Gendengan (Jalan Slamet Riyadi) ke timur-perempatan Ngapeman ke utara-Monumen Pers (Jalan Gajah Mada) ke barat-Solo Paragon Mal Jalan Yosodipuro -Kota Barat.

Dalam aksinya tersebut, kata Endro, massa umat Islam turut membawa poster dan spanduk, seperti "Demi Aqidah dan Kehormatan Kami #2019GantiPresiden", "Mau Keadilan Ditegakkan #2019GantiPresiden", dan lain-lain.

"Perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa setiap lima tahun ada agenda suksesi nasional baik pemiliha presiden, gubernur, wali kota, maupun bupati.

Jadi, dipandang perlu adanya presiden yang bermartabat, berdaulat, dan tegas terhadap intervensi asing," tambah Endro.

Selain diikuti ribuan peserta umat Islam di Solo Raya, Endro menyebutkan, aksi itu juga dihadiri Titi Widoretno Warisman atau lebih akrab dipanggil Neno Warisman dan Ketua DSKS Ustaz Muinnudinnillah Basri MA.

Di sisi lain, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan, panitia penyelenggara telah meminta izin kepada pihak kepolisian terkait aksinya itu.
Pihak kepolisian menerjunkan anggotanya untuk mengatur arus lalu lintas yang dilewati para peserta aksi.

"Kemarin kami terjunkan personel untuk memperlancar arus lalu lintas sehingga selama acara itu digelar semuanya berjalan aman," ujarnya.

Dalam video yang kemudian viral, saat di depan gerai Markobar milik Gibran, massa sempat melakukan orasi dukungan untuk 2019 Ganti Presiden.[tribun]

[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: