Pernyataan Tegas Wasekjen MUI: Kenapa Polisi Tak Usir Penghadang Neno Warisman?


Foto: Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain ditemui Kiblat.net di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (31/10)

Beritaislam.org - Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain menyayangkan penghadangan yang dialami Koordinator Gerakan Ibu Negeri (GIN), Neno Warisman. Ia menegaskan bahwa penghadangan tersebut sangat memalukan.

“Di alam demokrasi ini sangat memalukan melarang orang berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Padahal ini dilindungi oleh UUD 1945, ini NKRI negara demokrasi bukan otoriter atau negara diktatator,” ujar Ust Tengku saat dihubungi Kiblat.net pada Minggu (29/07).

“Kenapa takut dengan gerakan ganti presiden 2019? Padahal gerakan presiden tetap Jokowi 2 periode tidak dipermasalahkan,” sambungnya.

Baca juga: Bisa Ada Yang kejang-kejang nih! RESMI MUI Sumatera Barat Tolak "Islam Nusantara"

Ia juga menegaskan bahwa bandara adalah wilayah yang dilarang untuk demonstrasi. Menurutnya, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa polisi tidak mengusir pendemo.

“Yang menimbulkan keanehan kenapa polisi tidak mengusir mereka yang melanggar hukum itu?

Saya khawatir nanti akan timbul kecurigaan rakyat, jangan-jangan polisi ikut bermain membela pendemo. Ini tidak baik bagi citra kepolisian,” tuturnya.

Baca juga: Wasekjen MUI Bandingkan Penyorak Anies Dengan Pemuda Pengkartu Kuning Jokowi

Sebagaimana diketahui, Neno Warisman dihadang oleh sekelompok massa di bandara Hangnadim Batam pada Minggu dini hari. Rencananya, Neno akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden. Sebelumnya, penghadangan di bandara juga dialami oleh Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat. (Kiblat.net)

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini