Pengakuan Mencengangkan Buzzer Ahok di Pilkada DKI 2017

Pengakuan Mencengangkan Buzzer Ahok di Pilkada DKI 2017

Beritaislam.org - Seorang yang mengaku sebagai buzzer Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 menyampaikan pengakuan mencengangkan terkait pekerjaannya kepada media internasional The Guardian.

"Saya diminta membuat masing-masing akun facebook dan twitter, serta satu akun instagram palsu." katanya seperti diwartakan Viva mengutip The Guardian pada Senin (23/7/18).

Baca: Kuapook! Media Internasional The Guardian Bongkar Pabrik Akun Twitter Palsu Pendukung Ahok

Akun palsu tersebut, menurut pengakuannya, bukan untuk bersenang-senang. Ia dan puluhan orang lainnya menyebutkan, akun palsu digunakan sebagai senjata untuk 'perang'.

Jumlah Bayaran

Ia mengaku mendapatkan bayaran sekitar 280 dollar Amerika Serikat. Dalam rupiah, jumlahnya sekitar empat juta rupiah.

Kerja di Lokasi Mewah

Setiap hari, ia bersama 20-an kawannya berkumpul di sebuah kawasan mewah di Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Media Internasional Asal Inggris Bongkar Dunia Hitam Buzzer Politik Indonesia, Ini Jawaban Mengejutkan Kominfo

Jenis Pekerjaan

Berdasarkan pengakuannya, mereka menyebut dengan kode 'menjaga lokasi perang'. Tugasnya memosting sekitar 60 sampai 120 berita per hari di akun twitter. Di fesbuk, ia hanya mengaku memosting beberapa berita per hari.

Postingan-postingan tersebut, menurutnya, ditunjukkan untuk menyerang dua pesaing Ahok dalam Pilkada DKI 2017, yakni pasangan Anies-Sandi dan AHY-Sylvi.
Rahasia

Hal lain yang diungkap oleh laki-laki yang tak mau disebut namanya ini adalah soal kerahasiaan. Mereka enggan mengakuinya kepada siapa pun.

"Mereka mengatakan kepada saya dan yang lainnya untuk merahasiakan pekerjaan ini. Mereka juga bilang kalau ini 'waktunya berperang', dan kami harus menjaga medan perang,"tuturnya.

Baca Juga: Media Inggris Ungkap Ahoker Produksi Akun Palsu Dengan Foto Wanita Berjilbab! Untuk Kelabuhi Umat Islam?

Pekerjaanya ini semakin berat dan massif ketika gelombang Aksi Bela Islam oleh umat Islam semakin mengemuka dan memuncak pada 12 Desember 2016 atau dikenal dengan Aksi 212.

Buzzer-buzzer Ahok makin sibuk karena banyaknya relawan Muslim yang semakin aktif membuat unggahan di media sosial. [Tarbawia]

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini