Pelawanan Semut Ibrahim yang Terinjak (Saksi mata Gerakan 212) Bagian 2 : 30 menit do’a qunut najilah yang dibacakan imam memang layak disebut sebagai do’a qunut terlama sepanjang sejarah berlangsungnya shalat jum’at di seluruh dunia

Pelawanan Semut Ibrahim yang Terinjak (Saksi mata Gerakan 212) Bagian 2 : 30 menit do’a qunut najilah yang dibacakan imam memang layak disebut sebagai do’a qunut terlama sepanjang sejarah berlangsungnya shalat jum’at di seluruh dunia


Teriakan Takbir dan Gema Shalawat bersahutan seperti koor diatas langit Monas, awan putih abu yang memayungi tugu membuat cuaca tak sepanas biasanya, sejuk dan cenderung dingin.
Rombongan demi rombongan yang memasuki area Shalat Jum’at berjamaah terbesar sejagat raya ini, masing-masing mengatur diri, membentuk shap demi shap barisan shalat, menggelar sajadah dan alas shalat, tanpa komando tanpa aba-aba, sepertinya semua paham dengan SOP aksi demo yang bahkan tulisannyapun tak pernah ada.

Sayang sekali kami berenam terpisah dari rombongan kafilah yang lain, kebagian tempat duduk yang cukup jauh, kurang lebih 150 meter dari panggung utama, sehingga pengeras suara terkadang tenggelam ditindih gemuruh takbir dan shalawat serta yel yel aksi Bela Islam Jilid 3, menggelar sajadah bekal dari rumah sembari mulut tak henti mengucap takbir, Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. berpadu dengan pekikan Takbir dari seluruh Jemaah sembari mengacungkan telunjuknya keatas langit seakan-akan ingin melukisi angin, melukisi langit, melukisi awan dengan Kalimat Thoyibah.

Burung-burung yang sedari tadi pagi, bertengger diatas dahan pohon di sekitar taman Monas yang rimbun, seperti tak terusik dengan gema takbir, tahmid dan kalimat talbiyah lainnya, satu dua burung gagak hitam terbang diatas hamparan semut Ibrahim yang putih cemerlang, bak gadis yang tengah menandai bintang pujaannya, sedangkan kelebat bendera Merah putih dan bendera ormas keagamaan, sebagai tanda undangannya.. Subhanallah

Hadirin. Ikhwatul Iman… mari kita dengarkan dan resapi tausiyah dari Habaib Muhammad Riziq Shihab..! pengeras suara yang semayup sampai ditelinga, membuat seluruh peserta terdiam serempak, berusaha memasang telinga sebaik-baiknya, agar tak secuil kalimatpun yang terlewat dari pendengaran ini, Pekikan takbir berhenti sekejap.

Orasi yang benar-benar berisi, meskipun sanggup membuat wajah yang disentilnya merah padam, akan tetapi kelembutan dan nada suaranya yang bergelora tidak membuat jamaah kehilangan kontrol dirinya, benar benar gaya Ulama yang tak takut dengan jeruji penjara disekelilingnya, gaya Panglima yang tak gentar melihat pedang terhunus didepannya, gaya Pejuang yang tak jeri dengan ancaman peluru di sekitarnya. Asadullah.. Singa Allah, tampaknya memang pantas disematkan kepada beliau.
Berturut turut para ulama menyampaikan orasi dan tausiyahnya, Ustadz Ali Jaber, Panglima FPI Munarman, Ketua MPR RI Dr. Hidayat Nurwahid, Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga hadir ditengah ummat dan menyampaikan pesan-pesannya, dengan ditingkahi suara teriakan yel-yel peserta agar Kepolisian RI segera menangkap dan memenjarakan si penista agama.

Menjelang jam 9 pagi, awan-awan hamil muda berwarna abu tua mulai tampak meneduhi arena Monas, Manakala Aa Gym sedang manyampaikan orasinya yang begitu humoris namun penuh dengan ibrah, awan hamil semakin lama bertumpuk saling bertumpuk menyerbu lapangan seperti laiknya sebuah payung raksasa yang menaungi massa lautan semut Ibrahim yang duduk rapi memadati lapangan monas, hingga meluber ke Bundaran BI, Jl MH. Thamrin hingga bersambung kea rah Tugu Tani, bahkan menurut kabar, massa jauh meluber hingga ke Taman Banteng dan Senen yang jauhnya hampir 10 Km dari Monas.

Do’a dari Ustadz Arifin Ilham yang begitu menggetarkan jiwa, membuat kerongkongan semakin tercekat, air mata satu demi satu terjun bebas menuruni pipi.. permohonan sang Ustadz yang diselingi tangis senggukan agar Allah mengirimkan hujan agaknya langsung tembus ke arsy Allah SWT yang maha kasih, tepat sebelum kumandang Adzan Jum’at dilantunkan, Allah menjawab do’a.. gerimis perlahan turun, lalu ketika iqomat diperdengarkan.. gerimispun berubah jadi hujan lembut yang tetesannya terasa halus dikulit.

Sujud pertama hampir segenap Jemaah Jum’at banjir air mata, lantunan ayat suci Al Qur’an yang dibacakan imam Shalat Prof. Didin Hafidhuddin seakan akan jarum-jarum Illahi yang menusuki hati segenap peserta, Teguran dan welas asih Allah SWT berpadu dalam ayat demi ayat yang dibacakan.
Menjelang Sujud terakhir, Imam dan seluruh makmum bermunajat keharibaan Rabby pemilik langit dan bumi, do’a qunut najilah yang dibaca imam shalat lagi-lagi sanggup membuat air mata semakin mambanjiri lapangan monas. 30 menit do’a qunut najilah yang dibacakan imam memang layak disebut sebagai do’a qunut terlama sepanjang sejarah berlangsungnya shalat jum’at di seluruh dunia.
Pada sujud terakhir, air mata benar-benar dikuras dari sumbernya, rasa haru, sedih, gembira, cinta, kasih sayang, kebahagiaan berpadu menjadi gumpalan rasa yang sangat sulit dicerna logika.
Ya Allah Ya Tuhan kami, jadikanlah air mata kami ini kelak di Yaumil Mashar menjadi saksi akan keikhlasan kami berjuang membela agama dan Kitab suci-Mu !!

Ya Allah Yaa Rabb, jadikanlah tetesan air mata seluruh Jemaah shalat Jum’at ini, menjadi telaga kautsar manakala dahaga dan panas matahari memanggang kulit kami kelak di hadapan mahkamah-Mu yang membara !!

Ya Allah ya Rahiim… jadikanlah airmata kami ini menjadi pencuci atas dosa-dosa kami yang bertumpuk semakin bertumpuk dari hari kehari.
Ya Allah Ya Rohman... bersihkan niat kami dari ujub, riya dan takabur serta sombong yang selalu menutupi hati, sehingga kebenaran terkadang hanya lewat di qalbu kami seperti tiupan angin sepoi sepoi.

Ceramah dari khatib Al Habaib Muhammad Riziq Shihab, mampu menciptakan suasana ruhiyah yang semakin dalam, hati segenap Jemaah benar-benar dibuat tersungkur dihadapan khadirat Illahi yang maha Agung, pangkat, kedudukan, jabatan dan harta yang selama ini mengkotak-kotakan manusia hari ini, lepas sudah, jerat-jerat duniawi yang membuat insan lupa kepada kebesaran Tuhannya, tanggal satu demi satu.. Alhamdulillah Ya Rabby..ternyata ada hikmah yang luar biasa besar dibalik setiap kejadian.. semoga kami semua bisa memetik pelajaran berharga dari ujian akbar ini. Aamiin Yaa Rabbal alamin.

Selesai shalat Jum’at, dengan tanpa menunggu aba-aba, seluruh kafilah segera menuntaskan shalat Ashar Jama Takdim di qashar, lalu segera membereskan alas shalat dan sampah yang bertebaran. Subhanaallah.. andaikan saja setiap kali kegiatan peserta bisa sedisiplin ini, sepertinya Pasukan Orange dan laskar kebersihan tidak perlu capai turun tangan.

Bagian 2 selesai.. insyaallah disambung dengan bagian 3

Sumber : FB Manihot ManYu Ultissima
Banner iklan disini