Viral Pemotor Dihadang Petugas Leasing Padahal Beli Cash, Anak Sampai Histeris
Kejadian bermula saat pengendara motor sedang mengendarai dan membawa istri dengan anaknya, tiba-tiba beberapa pria bermotor langsung menghadangnya dengan cara-cara tidak baik.
Padahal, motor yang dikendarainya itu dibeli dengan cara cash sebesar Rp23 Juta. Alhasil, pengendara motor yang dihadang itu bersikukuh untuk melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Karena takut terjadi kecelakaan di jalan saat dihadang sekelompok leasing, sang anak pun menangis karena saking paniknya.
Adapun sekelompok leasing itu ngotot berdalih agar tidak dilaporkan, akan tetapi pengendara tersebut akan tetap melaporkannya.
Pengendara itu marah dan kesal, karena diberhentikan di jalan tanpa alasan yang jelas.
Kemudian pengendara motor itu di bawa ke kantor leasing yang tidak jauh dari lokasi kejadian untuk dimintai klarifikasi.
Kesal karena sedang membawa anak serta istrinya dan takut terjadi kecelakaan, amarah pun diluapkan saat pengendara tersebut di kantor FIF Majenang.
Seperti dilansir prfmnews.id dari akun @romansasopirtruck, adu mulut pengendara dengan leasing itu tak terbendung.
Terlihat dalam video, cekcok pengendara motor dengan leasing.
“Ieu asli di video,” tutur pengendara motor.
“Tinggal laporin aja laporin,” balas seorang pria dari petugas leasing.
“Ini parah, kita beli cash Rp23 juta,” tutur pengendara motor.
Ungkap kekesalan sang supir yang dihadang, kemudian seorang leasing menjawab.
“Kita kan sudah klarifikasi, saya bukan perampok,” jelas petugas leasing itu.
Pengendara itu menjelaskan kepada leasing bahwa ia membeli motornya sudah 3 bulan yang lalu, dan surat-surat motor sudah ada di tangan.
“Urang meli motor geus 4 bulan, cash, aya STNK aya BPKB. Dieureunkeun di jalan jeung budak, (Saya sudah beli motor 4 bulan, cash, ada STNK, ada BPKP. Diberhentikan di jalan saat sama anak),” pungkasnya.***
prfmnews.pikiran-rakyat
[news.beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Viral Pemotor Dihadang Petugas Leasing Padahal Beli Cash, Anak Sampai Histeris"