Inspiratif! Dulu Preman "Beban Keluarga" Kini Insaf Jualan Bubur Ayam, Omzetnya Rp300 Juta/Bulan
Ia mulai menyadari bahwa kehidupannya sebagai seorang preman hanya merugikan keluarga. Akhirnya Jerry pun berhenti menjadi preman dan mencoba belajar membuat bubur ayam dari kakaknya.
Meski demikian, usahanya jualan bubur ayam tak semudah membalikan telapak tangan. Dia sempat gagal di beberapa tempat mangkal.
Namun akibat usaha kerasnya dia kini bisa menuai sukses. Dia kini memiliki delapan cabang usaha bubur ayam. Dari hasil usahanya itu dia bisa memperoleh omzet mencapai Rp300 juta per bulan.
Simak kisah inspiratif wirausaha Bubur Ayam Bang Jerry berikut ini, seperti dihimpun dari kanal YouTube Kawan dapur, Kamis (27/1).
Miliki 8 Cabang
Bubur Ayam Bang Jerry pusatnya berada di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Di sejumlah gang, ada empat lapaknya yang menjajakan bubur ayam khas Pemalang.
Sementara empat cabang gerobak lainnya, tersebar di Mangga Besar dan Tangerang. Setiap hari, Jerry dan seluruh pegawainya harus membuat puluhan liter bubur.
Awal Jualan Sempat Terpuruk
Beruntunglah Jerry menerima utang dari tetangganya untuk memulai usaha. Bisnis kuliner bubur ayamnya, dimulai sendirian di daerah Tebet, Jakarta Selatan.
Namun merasa tak ada hoki, Jerry beralih ke Kuningan, Jawa Barat. Karena masih juga belum cocok dengan lokasi jualan, dia akhirnya pindah ke Pademangan, Jakarta Utara dan akhirnya sukses.
"Waktu pertama buka, saya perjalanannya tetangga ada yang ngutangin gerobak. Saya nyari tempat ke Tebet terus ke Kuningan. Lama kemudian saya malah jatuhnya di Pademangan, Jakarta Utara. Di Tebet sama Kuningan enggak cocok, kontrak mahal," ujar Jerry.
Sukses Jualan Bubur Ayam
Langkah baru di Pademangan dimulai dengan manjajakan 3 liter bubur. Rupanya bubur ayam buatannya banyak diminati. Stok porsi yang dibuatnya pun kian bertambah setiap harinya.
"Hari pertama laku, 3 liter langsung habis. Hari berikutnya saya tambah jadi 4 liter sampai 7. Pernah sampai 12 liter pertama waktu belum ditutup stasiun Ancol," ungkap Jerry.
Jerry mengaku tak menyangka kini telah berhasil sukses dengan mendirikan cabang yang tersebar di sejumlah wilayah.
"Enggak nyangka bisa punya 8 cabang, ini saya juga masih belajar, dalam artian masih harus sabar," sambungnya.
Panen Uang di Musim Lebaran
Penghasilan yang didapat oleh Jerry bisa meningkat tajam di masa lebaran. Dari yang awalnya menjual 14 liter per hari, bisa menembus angka 27 liter.
Belum lagi di ketujuh cabang lainnya. Diakui, musim lebaran menjadi momen untuk panen duit.
"(Menuju punya cabang) berarti enggak sampai tahunan, paling 2 bulan. Ada rezeki lagi, nyabang terus. Kalau karyawan total ada kurang lebih 17. Waktu lebaran ramai banget. Kemarin saja bisa 3 dandang, sekitar 27 liter di pangkalan pertama. Kalau lainnya 9 sama 7. Lebaran panen duit," papar Jerry.
Mantan Preman Insaf
Jerry mengisahkan masa kelamnya yang kerap merepotkan keluarga bahkan merugikan sampai puluhan juta. Namun kini dia telah berubah. Jerry yang baru kini selalu berikhtiar demi membahagiakan keluarga.
"Masa pahit tetap ada, namanya juga usaha dan berusaha. Kalau total gagal saya, dulu sering ngerepotin keluarga, bukan cuma Rp20 maupun Rp40 juta bahkan lebih. Sampai dulu saya awal babad alas. Kalau sekarang saya merasa hidup untuk keluarga," kata Jerry.
Sebelum berbisnis bubur ayam, Jerry merupakan seorang preman terminal. Diakui, uangnya memang banyak tapi tak jelas digunakan untuk apa saja.
"Dulunya preman saya mas. Anak nakal lah intinya. Hidup di terminal ada lah intinya itu. Kalau orang hidup di jalanan itu uang memang banyak, tapi enggak jelas. Makanya saya harus beralih profesi. Kalau enggak, kita masih di tempat yang sangat-sangat buruk," pungkasnya.
merdeka

Posting Komentar untuk "Inspiratif! Dulu Preman "Beban Keluarga" Kini Insaf Jualan Bubur Ayam, Omzetnya Rp300 Juta/Bulan"