Menyoal Kasus Viral Guru Pesantren di Bandung Yang Membuat Belasan Santrinya Hamil Sampai Melahirkan
"Tanpa Junnah"
Oleh : Hamba Allah
Miris, adalah kata pertama yang muncul dalam pikiran saya. Pesantren, tempat atau wadah pendidikan yang seharusnya menjadi wadah ternyaman, wadah teraman untuk menjaga diri, menimba ilmu, pada sistem hari ini. Tapi faktanya justru hari ini, sistem bobrok sudah mengakar dan menodai setiap sudut.
Bagaimana mungkin wadah yang seharusnya dijadikan tempat untuk memimba ilmu, justru malah menjadi ajang pemuas nafsu pendidiknya?
Seorang pendidik harusnya mengajarkan, menyampaikan ilmu, menuntun, dan membentuk generasi-generasi penerus ini menjadi generasi emas.
Lalu apakah ini mutlak salah dia? Atau para korban? Atau orangtua para korban yang tidak selektif? Atau siapa yang pantas untuk disalahkan?
DAN kemana perginya para tokoh yang gagah menyuarakan perlindungan terhadap wanita?
Sebetulnya ini bukan kali pertama, pelecehan seksual sudah marak terjadi.
Kembali dipertanyakan ini salah siapa?
Mari simak, 👉
Yups, manusia itu diciptakan sempurna dengan segala keteraturan yang mengikat, manusia dan seluruh alam semesta ini ada yang menciptakan, yakinkan?
Baik lanjut, ketika mengetahui, bahwasannya ada yang menciptakan kita dan semesta alam, artinya kita adalah sebuah produk, produk itu akan terjaga jika, dipergunakan sesuai dengan aturan pembuatannya, nah sebagaimana kita hari ini, manusia adalah produknya Allah, artinya, apapun yang kita lakukan, tindak tanduknya kita itu harus sesuai koridorNya Allah.
Saya mau ajak, teman-teman yang membaca tulisan saya ini, untuk membuka pikiran.
Apakah hari ini kita sudah berada dititik ta'at dengan sang pencipta?
Apakah kita hidup sudah teratur dengan peraturan Islam?
Big No!!!!!
Jutru hari ini yang ada, aturan Tuhan dinegosiasi, aturan Tuhan diubah-ubah, bahkan mau dihapuskan.
Jadi jika hari ini problematika kehidupan semakin menggunung. Dari segi ekonomi, kesehatan,
politik, bahkan pendidikan, semuanya berproblem, itu adalah hal yang wajar.
Tapikan sudah disolusikan? 🤔
Solusi yang mana? Semua solusi yang ditawarkan justru menjadi soal. Aturan-aturan yang dibuat, hanya untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.
Hukum hanya dijadikan tempat berlindung pihak tertentu.
Mari kembali fokus pada masalah di gambar, berbagaimacam solusi ditawarkan, tapi nyatanya, pelecehan terhadap wanita semakin marak terjadi. Hamil diluar nikah menjadi hal wajar, pelecehan terhadap anak kandung/anak tiri, seorang anak yang memperkosa ibunya, suami yang menggilir istrinya kepada teman-temannya, seorang polisi memghamili pacarnya, dan meminta pacarnya untuk menggugurkan kandungannya, lalu pacarnya bunuh diri dipusaran makam bapaknya, dan hari ini, seorang Guru memperkosa 12 santriwati, bahkan ada yang sudah punya anak, ada yang sedang hamil.
Itu hanya segelintir kasus dari sekian ribu bahkan jutaan kasus yang terjadi dimuka bumi ini?
Mengapa semua itu terjadi, karena umat tanpa junnah (Perisai atau tameng), pada sistem hari ini, tidak ada yang bisa menjamin bahwa seorang perempuan akan dilindungi.
Semakin jauh kita dengan Islam, maka semakin jauh juga perlindungan itu terhadap kita.
Sudah tidak ada waktu lagi, kita butuh Islam, kita butuh aturan yang jaminannya pasti, aturan Islam bukan hanya untuk umat Muslim saja, tetapi Islam adalah Rahmatanlilamin, Islam hadir untuk semuanya. Yang aturannya dibuat langsung oleh sang pencipta.
Sumber facebook penulis
[news.beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Menyoal Kasus Viral Guru Pesantren di Bandung Yang Membuat Belasan Santrinya Hamil Sampai Melahirkan"