PILAH-PILIH DANA BOS: TANYA KENAPA?




Berita
islam
- OLEH: UKHTY FEBI (PENGAJAR, AKTIVIS DAKWAH DI KOMUNITAS MUSLIMAH RINDU SURGA BANDUNG)

Kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terkait penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) menuai protes. Aliansi Pendidikan yang merupakan gabungan sejumlah organisasi, menolak Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Sekolah Penerima dana bos reguler khususnya Pasal 3 ayat (2) huruf d agar dihapus. Dalam pasal tersebut, ada syarat sekolah penerima dana BOS Reguler itu harus sekolah yang memiliki jumlah peserta didik paling sedikit 60 peserta didik selama tiga tahun terakhir. 

Sedangkan fakta di lapangan menggambarkan bahwa banyak sekolah swasta yang tidak memenuhi syarat tersebut. Hal ini memberikan ketidakadilan sosial terutama bagi rakyat kalangan menengah kebawah yang memiliki anak-anak yang masih menempuh pendidikan di sekolah swasta. Sehingga mereka tidak bisa menerima bantuan tersebut dan terpaksa merogoh kocek masing-masing untuk memenuhi biaya pendidikan. 

Pilah-pilih dalam pemberian dana bantuan yang dilakukan oleh negeri ini merupakan bukti ketidaksiapan sang punggawa negeri, khususnya dalam sektor penyelenggaraan pendidikan. Padahal pendidikan adalah salah satu sektor yang esensial dan penting diberikan sebagai bekal bagi generasi.

Dengan dana bos yang minim dan diberikan secara tebang pilih, bangsa ini akan sulit mewujudkan cita-citanya untuk mencerdaskan bangsa. Infrastruktur sekolah-sekolah baik negeri dan swasta, khususnya di wilayah-wilayah pedalaman negeri ini pun masih jauh dari kata layak. 

Menjadi bersebrangan dengan sistem pendidikan yang diusung oleh Islam, sebuah sistem pemerintahan yang pernah dijalankan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW di Madinah kemudian terus berlanjut sampai Turki di era Utsmaniyah. Di dalam Islam, rakyat wajib dipenuhi segala hak dan kebutuhan pendidikannya oleh negara secara gratis. Negara juga memfasilitasi siswa-siswi agar dapat bersekolah dengan fasilitas yang terbaik, ilmu yang mendalam, dididik oleh guru-guru yang terbaik dan dengan kurikulum yang komperhensif dimana siswa-siswi dididik agar menjadi muslim dan muslimah yang taat juga cerdas. 

Muslim dan muslimah yang bersekolah dengan aturan syari’at Islam akan menghasilkan siswa-siswi yang taat dalam arti, takut kepada Allah, Sang Pencipta (menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya) dan cerdas pula ilmu-ilmu selain ilmu Islamnya. Nilai tidak dijadikan standar pintar atau tidaknya seorang siswa. Tetapi, proses belajar mengajarnya yang terus dipantau perkembangan masing-masing siswanya. Juga adab atau akhlaq yang lebih dinilai dan diperhatikan. 

Inilah indahnya jika diterapkan sistem Islam yang berasal dari Sang Pencipta. Kehidupan rakyat dijamin oleh negara. Maka rakyat akan menjadi tenang, aman, dan bahagia. Islam juga tidak melarang non muslim untuk bersekolah. Bahkan hak warga non muslim (ahlul dzimmah) pun disamakan dengan hak warga yang muslim. Non muslim diberikan kebebasan tapi masih di dalam koridor syari’at. Sistem Islam telah memberikan bukti nyata yaitu kemajuan dan kesejahteraan hidup masyarakat seluruhnya dalam kurun waktu kurang lebih 13 abad lamanya. Maka, sebagai umat Islam, sudah sewajarnya kita berjuang agar peradaban Islam dapat kembali seperti dahulu dengan memperjuangkan dan turut mendakwahkannya. Wallahua'lam.

[news.beritaislam.org]

0 Response to "PILAH-PILIH DANA BOS: TANYA KENAPA? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini