Intervensi Amerika dalam Krisis Afghanistan

Foto: Detikcom


Berita
islam

Oleh : Seli Septiani (Aktivis Dakwah)

Pada Minggu malam (16/08/21) setelah berhasil menguasai wilayah Kabul, kelompok gerilyawan Taliban berhasil menduduki Istana Presiden Afghanistan. (Kompas.com)

Hal ini terjadi setelah AS memutuskan untuk hengkang dari wilayah tersebut. Kepergian Amerika Serikat dari tanah Afganistan ini membuat kelompok Taliban pun akhirnya mengambil peluang untuk mengambil kekuasaan dan berusaha mengarahkannya pada penerapan hukum Islam.

Namun, pengambilalihan kekuasaan yang dilakukan oleh Taliban justru membuat warga setempat akhirnya panik dan berusaha melarikan diri dari Taliban dengan berbondong-bondong pergi menuju bandara Kabul untuk berebut naik pesawat, Selain itu, dunia pun turut kontra dengan kekuasaan Taliban saat ini. (kompas.com)

Sikap kontra dari penduduk Afghanistan dan dunia atas kedudukan kekuasaan Taliban yang mengarahkan penerapan syariat Islam di Afganistan adalah bukti betapa kuatnya intervensi AS dan asing di dalam dunia Islam. Sehingga mampu mengubah pola pikir dan sikap umat muslim terhadap agamanya sendiri.

Mayoritas kaum muslimin khususnya di Afganistan melihat apa yang dilakukan Taliban adalah representasi dari ajaran Islam yang menganggap ajaran Islam adalah keras dan brutal. Sehingga mereka cenderung takut dan ingin menghindari penerapan ajaran Islam tersebut. 

Terkait hengkangnya AS dari Afganistan tentu saja pada kenyataannya AS tidak mungkin melepaskan wilayah Afghanistan kepada Taliban begitu saja. Sebab sudah sejak lama AS ini menduduki Afghanistan, yaitu sejak 2001. AS betah bercokol di Afganistan dengan alasan mengawal proses demokratisasi negara itu. 

Walaupun saat ini Amerika Serikat menarik mundur pasukannya, namun hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi Amerika Serikat untuk tetap mengendalikan negeri tersebut melalui jalan perjanjian dan perundingan. 

Maka secara tidak langsung, Taliban sesungguhnya telah masuk ke dalam negara negosiasi Amerika sehingga pengaruh Amerika Serikat di Afghanistan tetaplah bisa berjalan secara sama.


PERLUNYA MENGUBAH PEMERINTAHAN KE ARAH ISLAM

Di sisi lain, tak sedikit umat Islam yang merasa senang dengan kemenangan yang didapat oleh Taliban di negeri Afganistan. Hanya saja, sepertinya publik harus lebih jeli lagi ketika menilai kemenangan Taliban ini. 

Sejatinya, Taliban saat ini bukanlah Taliban yang berjuang untuk menerapkan Islam secara total melainkan Taliban yang siap diajak kompromi dan berunding lewat perjanjian. Hal ini terbukti ada dengan adanya perjanjian Doha yang telah disepakati antara AS dan Taliban. (BBC.News)

Sehingga Taliban sendiri pada akhirnya tetaplah terperangkap dengan perundingan bersama AS. Dengan demikian, AS sangat mudah untuk memainkan Taliban sebagai alat untuk kepentingan mereka. 

Perjuangan kaum muslimin haruslah mengikuti metode Rasulullah SAW. Sudah seharusnya Taliban mencampakkan seluruh perundingan dengan AS dan beralih untuk memperjuangkan penerapan Islam secara total juga dalam memperjuangkannya. 

Maka kita harus mencontoh metode dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sebagaimana Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam ketika berjuang untuk menegakkan Islam, metode tersebut dapat dibagi kedalam tiga tahapan yaitu (1) Pengkaderan; (2) interaksi dengan umat termasuk di dalamnya ialah mencari dukungan dan pertolongan; dan (3) penerimaan kekuasaan dari pemilik kekuasaan. 

Ketiga tahapan itulah yang menjadi metode perjuangan penerapan syariat Islam yang dicontohkan Rasulullah SAW. Kaum muslimin khususnya dalam hal ini ada Taliban harus mengambil dan meneladaninya, bukan justru terikat dengan perjanjian dan kesepakatan dengan musuh-musuh Islam.

Wallahu a'lam bishawab

[news.beritaislam.org]

0 Response to "Intervensi Amerika dalam Krisis Afghanistan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini