Mempersiapkan Umat Songsong Abad Khilafah
Oleh: Ummu Hafidzah
Ibu Rumahtangga dan Penulis di
Komunitas Rindu Syurga
Meriview tahun 2020 yang telah lewat dengan segala
permasalahan kehidupan dalam bernegara yang masih dengan tahun-tahun sebelumnya
dimana kesejahteraan masih jadi impian. Berbagai persoalan bertubi menimpa masyarakat.
Ditengah pandemic yang belum berakhir, korupsi yang dilakukan oleh para
pejabat, dinasti politik oleh penguasa, ketidakadilan dalam hukum dan krisis
ekonomi yang mulai menghantui, bahkan diperkirakan
akan terjadi resesi pangan di tahun 2021.
Dilansir dari okezone.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
mengingatkan adanya potensi krisis pangan pada tahun 2021. Masyarakat diminta
menggiatkan sumber pangan mandiri, sebagai bentuk antisipasi bila terjadi
kelangkaan pangan. "Ada potensi kritis pangan, itu harus diwaspadai. Semua
harus bersiap bikin produksi pangan sendiri. Seperti tanam capai atau komoditas
pangan lainnya di desa-desa," kata Ridwan Kamil pada Pertemuan Tahunan
Bank Indonesia di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020).
Beginilah potret nyata dari wajah sistem Demokrasi Kapitalisme,
sistem yang jauh dari kebaikan, keberkahan Ilahi dan nilai-nilai yang berpegang
teguh pada tuntunan Agama. Maka tak heran Demokrasi Kapitalisme semakin
menampakkan karakter yang sesungguhnya sebagai sistem yang rusak, terlebih
kekuasaan berada ditangan yang tidak memiliki keahlian dalam memimpin sebuah
negara besar.
Jika dicermati secara mendalam, maka semua problematik ini
saling berkait satu sama lain. Namun ujung dari semuanya berakar pada satu
sebab, yakni penerapan sistem Sekuler Demokrasi Kapitalisme yang tidak
melibatkan agama dalam kehidupan, justru sebaliknya memberikan hak membuat hukum pada akal manusia yang lemah
dan terbatas.
Kemunculan pandemi Covid-19 yang belum bisa diperkirakan
secara pasti kapan berakhirnya ini bisa jadi merupakan teguran sekaligus kasih sayang
dari Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT. Agar manusia menyadari kelemahan
dirinya dan segera melakukan perbaikan secara sistematis. Yakni perubahan dari
sistem sekuler Demokrasi Kapitalisme yang jahiliah menuju sistem Islamyaitu
Khilafah.
Khilafah adalah kepemimpinan umum kaum Muslimin yang akan
menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh alam. Sistem inilah
yang secara empiris pernah menaungi umat Islam bahkan non Muslim selama belasan
abad. Di masa itu, kesejahteraan dan persatuan hakiki pun terwujud dalam kadar
yang tak pernah ada bandingannya. Hingga umat Islam pun mampu tampil sebagai
umat terbaik, memimpin peradaban cemerlang sekaligus menebar rahmat ke seluruh
alam.
Harapan dan peluang perubahan ke arah Khilafah sesungguhnya
sangat besar. Banyaknya persatuan umat menunjukkan bahwa umat Islam
sesungguhnya bisa dimobilisasi dan dipersatukan oleh satu kekuatan pemikiran,
perasaan dan qanaah (rasa benci, rida), yakni pemikiran, perasaan dan qanaah
Islam.
Menyeru Dakwah Islam yang kaffah
Maka tentu saja dibutuhkan upaya dakwah berjamaah untuk
mencapai target agar tercipta kesadaran untuk merealisasikan agar terwujud
Sistem Islam ini sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam.
Dengan dakwah inilah, dari awal umat dipahamkan dengan akidah
yang lurus, disertai pemahaman tentang konstruksi hukum-hukum Islam sebagai
solusi kehidupan. Sehingga akan tergambar pada diri umat bahwa tak ada yang
bisa membawa mereka pada kesejahteraan hakiki dan keberkahan hidup selain
dengan menerapkan hukum-hukum Islam.
Pada akhirnya, kesadaran inilah yang kelak akan memunculkan
rasa rindu dan menggerakkan umat untuk bersama menuntut perubahan yang lebih
besar dan lebih mendasar. Yakni dengan menumbangkan sistem sekuler demokrasi
yang kufur dan menggantinya dengan sistem Khilafah Islam.
Sebagaimana juga dulu dakwah yang dilakukanoleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.
bersama para Shahabatnya. Berjuang menumbangkan sistem kufur jahiliah dan menegakkan
sistem politik Islam di Madinah al-Munawwarah. Wallahua’lam bishawwab
[news.beritaislam.org]


Posting Komentar untuk "Mempersiapkan Umat Songsong Abad Khilafah"