Viral! Video Gedung DPRD Kota Bontang Dikuasai dan Disita Mahasiswa

Viral! Video Gedung DPRD Kota Bontang Dikuasai dan Disita Mahasiswa

Berita
islam
- Bentrokan antara massa aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dengan petugas kepolisian di Harmoni, Jakarta Pusat diduga karena demonstran kesal diadang petugas saat akan menuju Istana Negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kantor Berita Politik RMOL, kericuhan yang terjadi di Harmoni, Jakarta Pusat di dekat Istana Negara terjadi dikarenakan terdapat beberapa massa yang diciduk pihak kepolisian saat hendak menuju depan Istana Negara.

Sehingga terjadi perdebatan dan negosiasi antara massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, remaja, dan komponen masyarakat lainnya.

Namun, petugas kepolisian tetap tidak memberikan jalan kepada massa aksi menuju Istana Negara.

Tak berselang lama sekitar 30 menit, terjadi gesekan antara massa dengan petugas kepolisian hingga berujung lemparan batu dari massa aksi.

Sehingga, petugas kepolisian memberikan imbauan. Namun tak digubris massa yang membuat massa terus menyerang petugas dengan lemparan batu.

Melihat itu, petugas kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata ke arah massa agar membubarkan diri.

Sementara itu di tempat lain, tepatnya DPRD kota Bontang, Gedung DPRD Disita Mahasiswa.

Dalam sebuah video yang diunggah akun instagram Trio Manaru mengatakan:

"Gedung DPRD Balikpapan Kaltim Disita Rakyat..

Salam Hormat dari kami rakyat Indonesia ✊

Mohon merkomentar dengan bijak.

Semoga sehat selalu ya Sahabat semuanya Aamiin

Jika ada kesalahan informasi atau permintaan penghapusan silahkan DM Admin 🙏"

Netizenpun meluruskan bahwa video tersebut bukan di Balikpapan, Melainkan Gedung DPRD Kota Bontang.

Melansir dari korankaltim.com diberitakan bahwa:

Setelah menggelar orasi di depan Kantor DPRD Bontang, ratusan mahasiswa mencoba masuk kedalam Gedung DPRD Bontang, Kamis (8/9/2020) siang ini. 

Aksi saling dorong antarmassa aksi dengan aparat yang menjaga pun tak terhindarkan karena massa aksi meminta untuk masuk ke dalam gedung menemui wakil rakyat.

Aksi terhenti setelah Wakil Ketua DPRD kota Bontang, Agus Haris dan Anggota Komisi I DPRD Bontang Irfan keluar untuk menemui pada pendemo. 

Mediasi antara anggota dewan dengan massa aksi pun dilakukan. Mahasiswa menginginkan agar diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.  "Perwakilan saja," tegas Agus Haris saat berdiskusi dengan salah satu orator. 

Massa aksi bersikeras, untuk masuk bersama. "Ini rumah kami juga pak, kami juga ingin merasakan ruang yang ber-AC," ujar seorang orator. 

Dengan terpaksa, dewan menuruti kemauan massa aksi. Hingga berita ini diturunkan, massa masih menduduki kantor DPRD Bontang dan melakukan orasi politik serta membentangkan spanduk Penolakan Undang-undang Omnibus Law. (*)

[news.beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Viral! Video Gedung DPRD Kota Bontang Dikuasai dan Disita Mahasiswa "

Banner iklan disini