Media Turki Sorot Kekerasan Polisi, Berita Rakyat Indonesia Tolak Omnibus Law Mendunia
Beritaislam - Demonstrasi penolakan Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law yang baru disahkan pemerintah Indonesia terjadi di berbagai daerah. Unjuk rasa ini pun mendapat sorotan dari media internasional dan diberitakan berbagai portal berita asing di dunia. Salah satunya adalah media yang berbasis di Singapura, Channel News Asia, dengan artikel berjudul “Hundreds held in Indonesia as tempers flare on second day of protests over new jobs law.”
Dalam artikel itu media tersebut menyebut hampir 400 pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi, di mana beberapa di antaranya dipersenjatai dengan bom molotov dan senjata tajam.
“Demonstrasi berlangsung di setidaknya 12 tempat, di mana polisi menahan 183 orang di luar gedung parlemen di Palembang dan menahan lebih dari 200 pengunjuk rasa di Jakarta,” tulis Channel News Asia.
Situs berita yang berbasis di Inggris The Guardian juga menyoroti jumlah demonstran yang diamankan dalam unjuk rasa menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Isu tersebut ditulis dalam artikel berjudul “Indonesian Police Arrest Hundreds during Protests Against Labour Law.”
“Ratusan pengunjuk rasa ditahan setelah demonstrasi panas di seluruh Indonesia. Serikat Pekerja berjanji melanjutkan protes mereka sampai pemerintah membatalkan undang undang tersebut,” tulis The Guardian seperti dikutip VIVA.
Media asal Amerika Serikat CNN, juga turut memberitakan demonstrasi di Indonesia dalam artikelnya berjudul “Indonesian police fire water cannons at protesters rallying against jobs law.”
“Polisi Indonesia menggunakan water canon dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa menentang UU ketenagakerjaan baru di dua kota di pulau Jawa,” tulis CNN mengutip laporan media lokal.
Media Thailand, Bangkok Post, turut memberitakan demonstrasi dalam salah satu artikel berjudul “Hundreds held in Indonesia on second day of protests.”
“Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah mencabut undang-undang penciptaan lapangan kerja “omnibus” yang membuat marah serikat pekerja, yang mengatakan undang undang itu menguntungkan bisnis dan akan merugikan pekerja dan lingkungan,” dikutip dari media massa itu.
Sementara itu media Turki melalui akun twitter @yeni_demokrasi1 mengunggah dan memberitakan video kekerasan polisi terhadap pendemo.
Endonezya'da binlerce işçi ve öğrencinin katıldığı genel grev sürüyor. Polis binlerce kişiyi gözaltına alırken, yüzlerce kişi polis saldırısında yaralandı.
Diterjemahkan dari bahasa Turki oleh
Pemogokan umum berlanjut di Indonesia, dengan ribuan pekerja dan pelajar mengambil bagian. Sementara polisi menahan ribuan orang, ratusan lainnya terluka dalam serangan polisi tersebut.
In Pictures: Indonesians rally against ‘omnibus’ jobs law https://t.co/zFxj86tGFy pic.twitter.com/a1sfkLBRBT
— Al Jazeera News (@AJENews) October 8, 2020
Nearly 400 protesters were arrested in Indonesia, criticizing a new law that weakens workers' rights and environmental protections.
— AJ+ (@ajplus) October 8, 2020
Police used water cannons and tear gas, leaving 6 protesters in the hospital. The bill proposed cutting paid childbirth leave and overtime limits. pic.twitter.com/xw5doXnvbZ
Masuk Media Luar .. https://t.co/zOZBCAhRYP
— stevanie Huang (Pink) (@Stevaniehuangg) October 8, 2020
Media Turki memberitakan kekersan yang dilakukan oleh polisi Indonesia terhadap demonstran tolak Omnibus Law dan Cipta KerjaProtests in Jakarta, now into day 3, are getting really rowdy.
— Katsuhiko Hara 原克彦@日経新聞 (@haraNikkei) October 8, 2020
Trending hashtags in Indonesia such as #TolakUUCiptaKerja, #MahasiswaBergerak, and #OmnibusLawTurunkanJokowi all seem to be related to the protests (though I can only google translate them).https://t.co/qU4UcRjINr
[news.beritaislam.org]Endonezya'da binlerce işçi ve öğrencinin katıldığı genel grev sürüyor. Polis binlerce kişiyi gözaltına alırken, yüzlerce kişi polis saldırısında yaralandı. pic.twitter.com/nNiTZnanTQ
— Yeni Demokrasi Gazetesi (@yeni_demokrasi1) October 8, 2020


Posting Komentar untuk "Media Turki Sorot Kekerasan Polisi, Berita Rakyat Indonesia Tolak Omnibus Law Mendunia "