Kasus Buzzer "Swinger" Membuktikan: Pembenci Kelompok Pemberantas Maksiat adalah Pelaku Maksiat
Beritaislam - Mantan dosen di salah satu Universitas Islam, Bambang Arianto yang viral lantaran curhat swinger, ternyata menyimpan sejumlah fakta terkait perilaku seksualnya yang menyimpang.
Salah satu pemilik akun sosial media yang pernah berinteraksi dengan pelaku, Deta mengungkapkan setelah nama Bambang ramai dibicarakan soal curhat swinger, yang bersangkutan meminta bertemu untuk menyelesaikan masalahnya.
Deta menerangkan pada hari Minggu (2/8/2020) lalu bersama korban LA serta satu korban lain ditemani suaminya bertemu dengan Bambang Arianto yang didampingi senior urusan kerjanya Ajianto Dwi Nugroho.
Buzzer pendukung Jokowi-Ahok ini sering menghina HRS cobal cabul dengan hoax chat sex, menentang kampanye anti-pacaran, ehhh ternyata dia malah predator sex dengan cara menipu para korban dengan alasan penelitian swinger.
Ini salah satu bukti bahwa orang yang membenci kelompok pemberantas maksiat adalah pelaku maksiat.
Hal ini sudah jauh hari dalam atsar yang disebutkan oleh al-Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulum al-Din berikut ini:
*وَقَالَ حُذَيْفَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: يَأْتِيْ عَلىَ النَّاسِ زَمَانٌ لأَنْ تَكُوْنَ فِيْهِمْ جِيْفَةُ حِمَارٍ أَحَبُّ إِلَيْهِمْ مِنْ مُؤْمِنٍ يَأْمُرُهُمْ وَيَنْهَاهُمْ*
Sahabat Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Akan datang suatu masa pada umat manusia, seandainya di antara mereka ada bangkai keledai, sungguh akan lebih mereka senangi daripada keberadaan seorang mukmin yang menyuruh mereka pada kebaikan dan mencegah mereka dari kemungkaran.” (Al-Ghazali, Ihya’ ‘Ulum al-Din, juz 2 hlm 311).
Sepertinya apa yang disampaikan oleh sahabat Hudzaifah radhiyallaahu ‘anhu di atas sekarang benar-benar terjadi.
Ada orang yang lebih suka 'bangkai', dibanding umat Islam yang amar ma'ruf nahi munkar.
Geger! Dosen Buzzer Jokower, dan Ahoker Penghina HRS Ternyata Pelaku Pelecehan Seksual Korban Puluhan #JokowerPadaSakitJiwapic.twitter.com/mSIZoMvmBR— ً (@CybSquadr__) August 3, 2020
[news.beritaislam.org]

