Warganet Heboh, Djoko Tjandra Tebal Alisnya

Warganet Heboh, Djoko Tjandra Tebal Alisnya

Beritaislam - Pelarian 11 tahun buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra akhirnya berakhir Kamis (30/7) kemarin.

Djoko ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia hasil kerjasama Polisi Diraja Malaysia dengan Polri.

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan mengapresiasi penangkapan Djoko Tjandra.

Hal itu disampaikan politikus Partai Demokrat itu melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (30/7).

Namun baru-baru ini warganet dihebohkan dngan unggahan akun twitter Miss Anonymous
(@Zahra_02_) yang mengunggah perbandingan foto Djoko Tjandra yang alisnya tampak tak seperi sebalumnya dalam foto yang beredar luas.

Dalam akunnya ia menulis "Sejak kapan Djoko Tjandra punya alis tebal..?? Wajah berpikir #CumaNanya"

Unggahan tersebut kemudian dibalas oleh akun @whiteopposition

"Itu gara2 masker..andai gak pakai masker pasti alisnya sama. Namanya halusinasi metamorfosis. Coba baca di google pasti gak akan ada."



Secara khusus, Hinca menyebut Djoko sebagai ‘Sang Joker’.

“Bertahun-tahun udara segar ia hirup dan malam ini Sang Joker sudah dibekuk,” tulisnya.

Hinca berharap, penangkapan Djoko itu bisa dibongkar tuntas dan tidak berhenti pada penangkapan saja.

“Apakah ini babak akhir atau mungkin akan ada kartu yang terbuka lagi?” pungkasnya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan, penangakapan Djoko sendiri merupakan perintah Presiden Joko Widodo kepada Polri.

Perintah itu lantas ditindaklanjuti Kapolri Jendral Idham Azis dengan membentuk tim khusus yang akhirnya mengetahui keberadaan Djoko di Malaysia.

Hal itu lantas dilanjutkan dengan surat yang dikirim kan Kapolri ke Kepolisian Diraja Malaysia yang bisa menangkap Djoko pada Kamis (30/7) siang.

Selanjutnya, tim khusus yang dipimpin Kabareskrim langsung berangkat ke Malaysia untuk menjemput Djoko.

Kemudian, Djoko diterbangkan dari Kuala Lumpur ke Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma dengan pesawat carteran tipe Embraer Legacy 600 nomor registrasi PK RJP.

Djoko sendiri akhirnya tiba di Indonesia sekitar pukul 22.40 WIB.

Sementara, Menkopolhukam Mahfud MD mengaku tak kaget dengan penangkapan Djoko Tjandra. Pasalnya, rencana penangkapan sudah dirancang sejak 20 Juli lalu.

Selain dia sendiri, pihak yang tahu skenario ini yakni Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Kita mengadakan rapat lintas kementerian dan aparat penegak hukum untuk membuat rencana-rencana penangkapan,” kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (30/7).

Mahfud menyebut, Kabareskrim datang menemuinya untuk membahas langkah-langkah yang harus dirashasiakan.

“Sehingga yang tahu pada waktu itu menurut kabareskrim, hanya kapolri, presiden dan menko polhukam, dan malam itu juga kabareskrim berangkat ke Malaysia tanggal 20 itu,” jelasnya.

Mahfud memastikan dirinya sudah mengetahui detail skenario itu.

Maka, sejak itu lah dia tidak mengumbar terkait teknis penangkapan, dan meyakini bahwa Djoko Tjandra akan segera ditangkap.

“Saya diberitahu skenarionya apa yang dilakukan, ketemu siapa dan sebagainya,”

“Saya yakin bahwa itu akan berhasil maka saya sejak tanggal 20 itu lebih banyak menghindar bicara soal teknis penangkapan Djoko Tjandra meskipun media selalu bertanya,” pungkasnya.

[news.beritaislam.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini