Polda Metro Ungkap Wartawan Metro Tv Yodi Prabowo Diduga Kuat Bunuh Diri

Polda Metro Ungkap Wartawan Metro Tv Yodi Prabowo Diduga Kuat Bunuh Diri

Beritaislam - Dua minggu lamanya jajaran Polda Metro Jaya membutuhkan waktu untuk menyelidiki kasus tewasnya Editor Metro TV Yodi Prabowo. Sedikitnya 34 orang saksi sudah diperiksa.

Dan hasil penyelidikan itu hasilnya sangat mengejutkan. Yodi diduga kuat tewas dengan cara bunuh diri dengan menggunakan pisau yang dibelinya dari Toko Ace Hardware Rempoa.

Dalam jumpa persnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa ditemukan sebilah pisau di bawah jenazah Yodi.

Dengan ditemukannya pisau di bawah tubuh jenazah, penyidik menduga kuat pisau itulah yang digunakan untuk melukai korban.

Kemudian penyidik melakukan penelusuran dari mana pisau ini. Ternyata dibeli oleh Yodi dari Toko Ace Hardware Rempoa

Saat membeli pisau tersebut, ungkap Ade, kejadian itu tertangkap di CCTV, dan pakaian yang digunakan Yodi sama dengan jenazah saat ditemukan.

"Jadi pisau yang ditemukan, dibeli sendiri oleh korban, dengan bukti CCTV di toko tersebut," terang Ade.

Ade juga menjelaskan bahwa dalam satu minggu terakhir, hanya ada satu pisau yang laku di toko tersebut.

Lalu dicek CCTV, kemudian didapatkan fakta bahwa yang membeli pisau itu adalah korban sendiri.

"Di TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan rambut, dan setelah dicek rambut ini milik korban," kata Ade Ade.

Dari olah TKP, lanjut Ade, TKP dalam keadaan rapi dengan arti tidak ada tanda-tanda perkelahian di TKP.

Dan dari pemeriksaan saksi pun tidak mendengar ada perkelahian.

Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan lagi bahwa tidak terdapat luka lain selain luka di dada dan di leher, baik lecet ataupun benda tumpul.

Jenazah yang diperiksa, diperkirakan meninggal 2-3 hari sebelum pemeriksaan. Korban meninggal dunia pada tanggal 10 Juli 2020. Polisi juga tidak menemukan sidik jari orang lain di TKP.

Apa yang bisa diulas dari hasil penyelidikan polisi ini?

Jika polisi tidak menemukan asal muasal pisau itu, terutama jika polisi tidak mendapatkan bukti rekaman CCTV saat Yodi membeli pisau itu dan jika polisi tidak memiliki alat bukti berupa nota pembelian pisau itu dari Toko Ace Hardware, maka dugaan bahwa Yodi Prabowo bunuh diri akan sangat sulit untuk diterima.

Permasalahannya adalah Yodi membeli pisau itu, di hari yang sama saat ia diperkirakan tewas.

Jadi, dengan kata lain, dapat dibuat urut-urutan bahwa Yodi pergi ke Toko Ace Hardware Rempoa untuk membeli pisau. Kemudian di hari yang sama yaitu menjelang tengah malam ia membunuh dirinya.

Sebab kejadian bunuh diri diperkirakan jam 12 malam.

Ia ditemukan tewas mengenakan pakaian yang sama persis dengan pakaian yang dipakainya saat membeli pisau di Toko Ace Hardware Rempoa.

Kata kunci dari misteri kematian Yodi terletak pada rekaman CCTV dan nota pembelian pisau di Toko Ace Hardware Rempoa, pada hari yang sama dengan Yodi melakukan aksi bunuh diri mengenakan pakaian yang sama persis.

Kalangan media sempat berasumsi bahwa Yodi tewas dibunuh.

"Oh, alangkah teganya, membunuh seorang wartawan dengan cara sekeji itu," begitu ungkapan sejumlah wartawan.

Lantas sebagian menduga, apakah ia dibunuh karena faktor pemberitaan yang diliput atau dibuatnya.

Dua minggu, kalangan media nasional bertanya-tanya. Dan hari ini seakan menjadi hari yang sangat kelabu.

Terasa pilu di dasar hati, saat membayangkan Yodi mengakhiri hidupnya dengan cara setragis seperti itu, sesuai hasil penyelidikan polisi.

Tapi hasil kerja kepolisian tetap harus diapresiasi, yaitu Tim Gabungan dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan dan Polsek Pesanggrahan.

[news.beritaislam.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini