Pemerintah Jokowi Mirip Orba, RG: Kalau Sudah Demokratif Tak Perlu Ada Fadjroel Cukup Ngabalin

Beritaislam - Pemerintah Jokowi Mirip Orba, RG: Kalau Sudah Demokratif Tak Perlu Ada Fadjroel Cukup Ngabalin

Pemerintah Jokowi Mirip Orba, RG: Kalau Sudah Demokratif Tak Perlu Ada Fadjroel Cukup Ngabalin

Pengamat Politik, Rocky Gerung mengiyakan bahwa negara ini masih seperti pada masa pemerintahan Orde Baru.

Hal itu dikatakan Rocky Gerung saat menjadi narasumber dalam acara Rosi yang tayang di KompasTV, Kamis (11/6/2020).

Hal itu bermula ketika pembawa acara Rosi, Rosianna Silalahi menyinggung perihal adanya sebutan New Normal yes, sedangkan New Orde Baru enggak.

Kondisi tersebut kemudian ditanyakan langsung kepada Rocky Gerung.

"Bung Rocky benar enggak sih New Normal yes, New Orde Baru enggak," kata Rosi.

"Dan New Orde Baru itu kemudian direferensikan kepada pemerintahan Jokowi saat ini," sambungnya.

"Apa Anda mengiyakan pemerintahan Jokowi ini seperti Orde Baru?"

Mendengar pertanyaan itu, Rocky Gerung dengan tegas mengiyakan kondisi tersebut.

Dirinya menilai pemerintahan saat ini belum bisa dikatakan sepenuhnya demokrasi.

"Iya pasti lah itu," jawab Rocky Gerung tegas.

Rocky Gerung lantas mengungkapkan alasan dari jawabannya tersebut.

Menurutnya, dalam suatu negara demokrasi tidak memerlukan lagi seorang juru bicara.

Terlebih juru bicara dari Presiden Joko Widodo adalah orang yang mempunyai peran dalam pembentukan demokrasi, yakni Fadjroel Rachman.

Dirinya menambahkan bahwa dalam negara demokrasi hanya perlu seorang seperti Ali Ngabalin yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

"Saya terangkan, kenapa karena Presiden Jokowi masih memerlukan Fadjroel Rachman sebagai juru bicara untuk membela demokrasi ala Jokowi," ujar Rocky Gerung.

"Kalau sudah demokratif tidak perlu ada orang kaya Fadjroel Rachman cukup Ngabalin aja mondar-mandir kan."

"Kan bukti ini tidak demokratis masih diperlukan orang yang pernah punya reputasi dalam demokrasi," jelasnya.

Selain itu, Rocky Gerung mengatakan bahwa negara demokrasi tidak memerlukan adanya seorang influencer, apalagi adanya buzzer.

"Itu simpanan psikologi begitu."

"Demokrasi itu tidak memerlukan influencer, tidak memerlukan buzzer," terang Rocky Gerung.

Ia kemudian mempertanyakan peran dari juru bicara presiden.

Menurutnya, juru bicara hanya bertugas untuk membela kesalahan dalam berdemokrasi dari pemerintah, khususnya presiden.

"Juru bicara fungsinya apa?"

"Juru bicara adalah membela kesalahan pikiran demokrasi dari istana,"

"Kalau negeri ini demokrasi juru bicara yang membela demokrasi tidak diperlukan," pungkasnya. [tribunnews]

0 Response to "Pemerintah Jokowi Mirip Orba, RG: Kalau Sudah Demokratif Tak Perlu Ada Fadjroel Cukup Ngabalin"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini