Sri Mulyani Sebut Ada Radikalisme di Kemenkeu, Fadli Zon: Kambing Hitam Atas Ketidakbecusan Mengurus Apapun

Sri Mulyani Sebut Ada Radikalisme di Kemenkeu, Fadli Zon: Kambing Hitam Atas Ketidakbecusan Mengurus Apapun

Beritaislam -  Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan kambing hitam adanya radikalisme di Kemenkeu karena ketidakbecusan mengurus apapun.

“Memang walaupun kelihatan bodoh, “radikalisme” paling enak jadi kambing hitam atas ketidakbecusan mengurus apapun,” kata Fadli Zon di akun Twitter-nya @fadlizon.

Fadli berkomentar seperti itu menanggapi berita dari detik.com berjudul “Ngeri! Sri Mulyani Akui Radikalisme Sudah Masuk Kemenkeu”

Politikus Gerindra itu menyayangkan Sri Mulyani mengurusi masalah radikalisme dari keterpurukan ekonomi. “Menteri Keuangan pun ikut urusin “radikalisme”,” jelasnya.

Sri Mulyani bercerita bahwa kementeriannya dihinggapi banyak gerakan-gerakan religius yang eksklusif. Pegawai Kemenkeu pun mulai terkotak-kotakan.

“Menjelang pemilu kemarin itu saya observasi di Kemenkeu ada di bawah ketegangan. Bawahan saya jadi visible keagamannya, mulai dari appearance menunjukkan identitas. Bahkan untuk beberapa dia mengkotak-kotak ekslusif, dan ada ketegangan,” cerita Sri Mulyani, di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).

Bahkan, dia sempat bercerita sering mendapatkan pesan yang menyebutkan bahwa Kemenkeu mulai dimasuki gerakan radikal keagamaan. Dia menyatakan percakapan antara dia dan bawahannya menjadi kunci untuk memastikan Kemenkeu tetap berbangsa dan terhindar dari gerakan radikalisme. [sn]


[news.beritaislam.org]

2 Responses to "Sri Mulyani Sebut Ada Radikalisme di Kemenkeu, Fadli Zon: Kambing Hitam Atas Ketidakbecusan Mengurus Apapun"

  1. Pokonya....beda pemikiran.....radikal...wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Klw dah bicara radikalisme dr pemerintah.. Fadli ini lgsng sepertj di siram sambal panas... Apa fadli ini ada connect ny kesana y?

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Banner iklan disini