Survei LSI: Masyakarat Nilai Tak Ada Perubahan Ekonomi sejak Jokowi Menjabat
Beritaislam - Sebagian besar masyarakat Indonesia menilai tak ada peningkatan ekonomi yang signifikan selama Joko Widodo (Jokowi) memimpin negeri ini. Riset yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada awal bulan ini mencatat 38 persen responden menyatakan kondisi ekonomi biasa-biasa saja.
Dalam paparan surveinya, Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengungkapkan, sebanyak 32 persen responden menyatakan kondisi ekonomi membaik. Sementara, yang menyatakan ekonomi menburuk ada di angka 28 persen.
“Tapi yang lebih banyak menilai eknomi tidak ada perubahan apap pun. iIni menandakan mayarakt merasakan ekonomi kita stagnan,” ujar Djayadi di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (3/11).
Djayadi memandang, bisa jadi stagnansi ekonomi ini yang melatarbelakangi pemerintah akan menggenjot daya saing ekonomi pada lima tahun mendatang. Meski demikian, dia menambahkan, ada persoalan lain yang tak boleh luput, yakni masalah, keadilan hukum, dan keamanan.
Berdasar tren, Djayadi mengungkpakan ada kenaikan pendapat pada masayarakat yang menyatakan kondisi ekonomi semakin memburuk. Sementara mereka yang menilai ekonomi stagnan selalu berada di grafik teratas.
“Artinya masyarakat kita merasakan keadaan ekonomi itu pada umumnya belum mengalami perubahan berarti,” tutur Djayadi.
Djayadi menuturkan, populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia dengan metode multistage random sampling sebanyak 1.550 responden. Survei dilakukan dengan tatap muka dalam rentang waktu 8 sampai 17 September 2019. [ns]
[news.beritaislam.org]


pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berhasil mencapai sejumlah target pembangunan selama kurun waktu 5 tahun. Mulai dari kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran, menjadi salah satu faktor yang membaik di era Jokowi jilid 1. Tak hanya itu, rasio gini yang menunjukkan tingkat ketimpangan pun membaik dari semula di angka 0,406 menjadi 0,382, dan tingkat pengangguran terbuka 5,7 persen menjadi 5,0 persen.Pemerintahan Pak Jokowi dimulai akhir tahun 2014 di tengah-tengah kondisi global yang terus mengalami gejolak trend penurunan harga komoditas yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019. Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah hasil nyata berhasil dicapai.
BalasHapus