Perjuangan Berat Mualaf Ko Alim, Dari Mulai Jualan Eskrim Sampai Mau Dicerai Istri






Mualaf Ko Alim

Beritaislam - Kisah mualaf memang selalu menarik dan menginspirasi. Perjuangan mereka lalui demi mendapatkan ridha Allah. Termasuk perjuangan berat Ko Alim jadi mualaf.

Meski melalui berbagai rintangan, niat Ko Alim jadi mualaf tak pernah luntur. Ko Alim yang bernama lengkap Muhammad Alim Hendra, sejak 2017 memutuskan untuk jadi Mualaf.


"Awalnya dulu saya non muslim," ujar Ko Alim saat seperti dikutip beritaislam.org dari Muslim.Okezone, Rabu, (9/9/2019).

Lingkungan kerja dan teman-temannya mayoritas muslim. Namun bukan karena hal itu saja yang mendorongnya jadi muslim.

Suatu ketika Ko Alim dalam mimpinya, didatangi oleh seorang kakek tua yang mengajaknya ke suatu tempat.

"Awalnya saya masuk Islam karena saya bermimpi seseorang kakek tua yang pakai baju surban warna putih. Oleh kakek itu, saya diajak ke suatu tempat, masjid yang berlambang seperti kelenteng. Dan dia berkata, di sini tempatmu," katanya.

Setelah dia bermimpi didatangi oleh kakek tua itu, akhirnya Ko Alim berpikir bahwa dirinya harus segera jadi mualaf. Seakan-akan mimpi tersebut merupakan sebuah panggilan Allah untuknya.

Namun keputusannya jadi mualaf memang tidak mudah, Ko Alim ditentang oleh keluarganya yang berharap dia tidak berpindah keyakinan. Hingga hal yang paling parah adalah istrinya mengancam minta cerai jika Ko Alim tetap bersikeras menjadi mualaf.

Meski keluarga dan istri menentangnya berpindah keyakinan, tapi Ko Alim tetap istiqomah dan berpegang teguh bahwa Islam adalah agama dia yakini. Sampai akhirnya sang istri lama-lama malah ikut jadi mualaf.

Saat ini istrinya baru tiga bulan menjalani hidup sebagai mualaf. Sedangkan Ko Alim sejak 2017 lalu. Bukan hanya itu saja, ternyata kakak kandung Ko Alim sudah lebih dahulu menjadi mualaf karena istrinya pun seorang muslim.

"Awalnya keluarga saya semuanya pada tidak setuju. Dan istri mengancam minta berpisah, tapi saya tetap pegang teguh Islam agama saya. Dan Alhamdulillah, istri pun sekarang sudah mau ikut masuk Islam," papar Ko Alim bahagia.

Ko Alim menceritakan, banyak keberkahan yang dia dapatkan setelah menjadi mualaf. Segala pintu rezekinya terasa dipermudah dan dibuka selebar-lebarnya oleh Allah. Ia bersyukur, jika ini memang jalan yang dipilihkan-Nya.

Mulanya, Ko Alim berjualan es dengan cara dititipkan ke sekolahan. Harga satuan es krimnya hanya Rp1.000 dan itu jarang sekalinya habis. Paling banyak hanya dua es, totalnya hanya Rp2.000 dan diakuinya itu sangat sulit untuk mencukupi nafkah keluarganya.

Namun kini Ko Alim malah jadi seorang pemilik bengkel las besi, sekaligus menjadi pemborongnya. Usahanya makin sukses.


"Dulunya saya usaha jualan es krim, saya titipkan ke sekolah. Satunya saya jual seharga Rp 1000. Kadang yang terjual hanya dua buah saja Rp 2000. Dan itu tidak mencukupi untuk menafkahi keluarga. Dan setelah saya jadi mualaf, alhamdulillah saya sekarang usaha bengkel las, tralis, dan kanopi. Puji syukur saya kepada Gusti Allah SWT. Semua usaha saya dilancarkan dan dipermudah," ujarnya.

Perjuangan Ko Alim menjadi Mualaf juga diceritakan oleh temannya, Mohamad Misbah. Menurutnya, dulu Ko Alim bekerja dekat dengan kantor advokatnya. Mereka pun sering bertemu, hingga akhirnya dia tertarik mengenai hal-hal yang berbau Islam.

Misbah juga mengatakan, Ko Alim melihat Islam adalah agama yang damai, disiplin, dan selalu mengajak ke dalam kebaikan. Serta tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan atau hal-hal negatif lainnya yang nantinya akan merusak.

"Kebetulan waktu itu bekerja dekat rumah dan kantor saya. Karena sering bertemu, dia tertarik melihat orang Islam yang sejuk, disiplin ibadah, dan tidak melakukan hal-hal yang negatif," kata Misbah pada Okezone.


"Melihat itu semua, Ko Alim mendekat pada saya dan teman-teman, ia ingin belajar Islam. Saya dan teman-teman menyambutnya positif, dan sampai akhirnya mengawal Ko Alim masuk Islam dan bersyahadat di Masjid Darul Khidmah Sidogiri, Bekasi. Sekarang beliau lebih tenang lahir batin dalam bekerja, dan beribadah dalam pangkuan agama Islam," tambahnya.

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjuangan Berat Mualaf Ko Alim, Dari Mulai Jualan Eskrim Sampai Mau Dicerai Istri"

Post a Comment