Rakyat Tuntut Standar Kerja Jokowi Lebih Tinggi Di Periode Dua






Rakyat Tuntut Standar Kerja Jokowi Lebih Tinggi Di Periode Dua

Beritaislam - Beragam keluhan yang disampaikan rakyat kepada pemerintah terjadi lantaran faktor eksekusi kebijakan yang lamban.

Saking lambatnya, kecepatan rakyat untuk menyampaikan keluhan lebih cepat, mengalahkan kecepatan negara.

Begitu kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (7/8).

Kebakaran hutan, mati listrik, dan lain-lain itu soal eksekusi. Ini akan terus terjadi hingga negara benar-benar terkepung oleh kecepatan publik yang tumbuh di segala bidang,” urainya.

Atas alasan itu, Joko Widodo yang kembali terpilih sebagai presiden dituntut untuk meninggikan standar kerja. Rakyat ingin di periode kedua Jokowi lebih cepat dalam melakukan eksekusi kerja.

“Sebab kecepatan rakyat tidak bisa dihentikan. Lalu, apakah Pak Jokowi akan menekan kabinetnya? Silakan tetapi pada dasarnya rakyat tidak boleh menunggu,” terang Fahri.

Dia hanya bisa mengingatkan bahwa presiden adalah pesuruh rakyat. Presiden tidak ubahnya pelayan yang dibayar dan diberi fasilitas untuk memberi manfaat.

“Tuntutan rakyat itu nampak kasat mata, meski kita tahu kelembutan hati rakyat Indonesia adalah kemudahan bagi pemimpin kita. Itu semua ada batasnya,” pungkasnya.(Rmol)

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Rakyat Tuntut Standar Kerja Jokowi Lebih Tinggi Di Periode Dua"

  1. Menyambut era industri 4.0, pemerintah fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi. Saat ini, kita tengah memasuki industri 4.0 dan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan andal sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Industri (DUDI). Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan vokasi penting untuk dilaksanakan. Untuk itu, pemerintah menyusun peta jalan atau road map untuk pendidikan dan pelatihan vokasi 2017-2025. Terdapat empat fokus kebijakan dalam peta jalan yang disusun. Dalam upaya menyiapkan tenaga kerja untuk produk-produk unggulan yang mempunyai nilai tambah tinggi dan kebutuhan permintaan global, pengembangan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia dapat difokuskan pada enam sektor motor ekonomi Indonesia yaitu agribisnis, pariwisata, e-commerce, manufaktur, healthcare, dan ekspor tenaga kerja.

    ReplyDelete