Paskibraka Asal Tangsel Meninggal Mendadak, Kode di Diari & Adanya Dugaan Kekerasan Saat Latihan


Beritaislam - Aurel Qurrotun Ain meninggal dunia mendadak. Calon paskibraka ini jatuh dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Aurel sendiri selama sebulan terakhir sibuk latihan mempersiapkan diri menjadi anggota Paskibraka Tangerang Selatan. Belum sempat bertugas, Aurel sudah lebih dulu berpulang. Simak berita selengkapnya soal kematian Aurel yang dinilai janggal oleh keluarga:

Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang Selatan, Aurel Qurrota Ain meninggal dunia pada Kamis (1/8). Kepergian Aurel sangat mendadak. Menurut keluarga, Aurel terjatuh dan langsung meninggal dunia.

Paman Aurel, Romi menceritakan detik-detik kepergian siswa SMA Al Azhar BSD itu. Saat berada di acara keluarga, Aurel tampak lelah meski tidak memiliki riwayat penyakit. Keluarga berasumsi Aurel kelelahan karena mengikuti latihan paskibraka. Lebih lanjut, Romi menyebut Aurel pernah bercerita pada adiknya kalau dia dipukuli oleh senior di Paskibraka. Selain itu, ditemukan lebam-lebam di tubuh Aurel.

Masih menurut keluarga, Aurel pernah bercerita soal pola latihan di Tangerang. Pamannya menyebutkan latihan cincin, yaitu push up di aspal dengan cara tangan mengepal, sehingga jari-jari cincin tangan menghitam.

Menurut penuturan paman Aurel, Aurel diketahui suka menulis di buku diari merah. Sebelumnya, Aurel juga memiliki diari lain berisi kisah hidupnya, tapi dirusak oleh seniornya di Paskibraka. Di diari itulah dia menceritakan pengalamannya selama menjalani latihan paskibraka. Dia juga menulis di diari itu soal latihan terakhir, dan menurut keluarga tulisan itu termasuk firasat soal kepergian Aurel.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Tangerang Selatan Kombes Ferdy Irawan mengatakan pihaknya sudah mengetahui informasi soal Aurel. Pihaknya juga akan menyelidiki penyebab kematian Aurel.

Kepergian Aurel menyita perhatian banyak pihak, termasuk walikota Tangsel. Pasalnya, Aurel selama sebulan terakhir fokus berlatih untuk menjadi paskibraka, tapi dia terlanjur berpulang sebelum sempat menunaikan tugas tersebut. Aurel juga dikenal sebagai sosok aktif dan disayangi senior serta temannya.

Selain itu, Mendagri juga menyampaikan ucapan duka dan mengirimkan karangan bungauntuk siswa kelas XI MIPA 3, SMA Al Azhar BSD ini.

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Asrorun Ni'am Sholeh mengucapkan duka cita atas meninggalnya Aurel. Meski penyebab kematian Aurel belum jelas, Asrorun mengingatkan bawa pelatihan paskibraka merupakan latihan yang ramah anak dan tidak boleh ada bullying apalagi kekerasan.

Ini bukan kasus pertama. Beberapa kali sempat diberitakan soal paskibraka yang mendapat perlakuan kasar saat latihan, termasuk dianiaya. Misalnya Dayang Cantika yang dianiaya saat pelantikan tahun 2011 lalu. Saat itu, Cika bahkan diinjak-injak dan ulu hatinya dipukul.[td]

[news.beritaislam.org]

Posting Komentar untuk "Paskibraka Asal Tangsel Meninggal Mendadak, Kode di Diari & Adanya Dugaan Kekerasan Saat Latihan"

Banner iklan disini