Demi Singkong Impor, RI Rogoh Uang Triliunan Setiap Tahun
Beritaislam - Persoalan impor pangan masih jadi momok lintas pemerintahan yang pernah berkuasa, termasuk di era Presiden Jokowi. Salah satu yang cukup menyentil adalah masih adanya aktivitas impor produk singkong, khususnya pati atau tepung singkong dari negara lain.
Padahal Indonesia termasuk negara produsen singkong. Tanaman umbian ini sangat mudah ditanam. Namun, lagi-lagi persoalan nilai tambah atau proses olahan, Indonesia masih punya pekerjaan rumah (PR) untuk membuat produk olahan seperti tepung atau sampai produk hilir.
Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tahun masih terjadi gelontoran impor pati singkong ke Indonesia. Pada periode Januari-Juni 2019 saja sudah ada 0,21 juta ton atau setara US$ 93,44 juta atau Rp1,3 triliun. Potensi impor pati singkong tahun ini bakal lebih besar, karena tahun lalu saja hanya 0,38 juta ton senilai US$ 185,6 juta.
Impor pati singkong selama periode lima tahun terakhir terjadi pada 2015, saat itu ada gelontoran impor senilai US$ 256 juta setara Rp3,5 triliun dengan volume 0,60 juta ton. Namun, impor terbanyak secara volumen terjadi pada 2016, yang mencapai 0,63 juta ton, senilai US$ 226,64 juta.[cnbc]
[news.beritaislam.org]


Impor nggak masalah om, kl dg impor itu justru bs menghasilkan nilai tambah bg perekonomian nasional.. Impor 10 Trioyu, tp bs menghasilkan 20 T.. Mengapa tidak..? Justru ini jg menunjukkan peluang n potensi bg pengusaha lokal utk bs memenuhi kebutuhan singkong dlm negeri.. Ayo siapa mau nanam singkong..? Peluang pasar dlm negeri menggiurkan tuch..
BalasHapusIndnesia lahannya sbr tapi orgnya pemalas dikit2 beli padahal dulu penghasil s, ya ga salah kl org luar dapet rezekinya
BalasHapus