Tersangka Kompak Sebut Kivlan Zen Yang Perintahkan Pembunuhan Empat Pejabat Negara







Beritaislam - Para tersangka rencana pembunuhan empat pejabat negara kompak memberikan keterangan kalau mereka mendapat perintah dari Mayjen Purnawirawan TNI Kivlan Zein.

Hal tersebut diungkapkan para tersangka melalui rekaman video yang ditayangkan saat jumpa pers yang digelar Polri di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (11/).

Menurut keterangan salah satu tersangka, HK, pada Maret 2019 ia dipanggil oleh Kivlan Zen di Kelapa Gading. Dalam pertemuan itu, Kivlan memberikan uang Rp 150 juta untuk membeli 4 senjata api. Sebanyak Rp 50 juta di antaranya berbentuk dolar Singapura.

“Pesan Pak Kivlan, target saya Wiranto (Menkopolhukam) dan Luhut Panjaitan,” katanya.

Sementara itu, tersangka lain, yakni TJ mengakui menemui Kivlan dan mendapatkan foto serta alamat target yang akan dieksekusi lewat HK. "Saya sebagai eksekutornya," ungkapnya.

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan enam orang tersangka. Namun hanya tiga yang bertugas untuk membunuh empat pejabat negara.

Berikut profil enam tersangka tersebut;

HK, warga Bogor.
Berperan sebagai pemimpin operasi, bertugas mencari senjata api sekaligus mencari eksekutor dan memimpin tim turun pada aksi 21 Mei. Dia ada pada saat 21 Mei membawa revolver jenis taurus. HK yang menerima uang Rp 150 juta ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.00 WIB di lobi Hotel Megaria, Menteng, Jakarta Pusat.

AZ, warga Ciputat Tangerang Selatan.
Peran mencari eksekutor sekaligus eksekutor. Ditangkap Selasa (21/5) pukul 13.30 WIB di terminal 1 C Bandara Soekarno-Hatta.

IF, warga Kebon Jeruk Jakarta Barat. Perannya eksekutor menerima uang Rp 5 juta. Ditangkap Selasa (21/5) 20.00 WIB di pos Peruri Kantor Sekuriti KPBD Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

TJ, warga Cibinong.
Peran sebagai eksekutor menguasai senpi rakitan mayer cold 22, senpi laras panjang mayer cold 22. Menerima uang Rp 55 juta. Ditangkap Jumat (24/5) 08.00 WIB di parkiran Indomaret Sentul, Citereup. TJ kita periksa urinenya positif methamphetamine dan amphetamine.

AD, warga Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.
Peran sebagai penjual 3 pucuk senpi. Satu rakitan jenis Mayer, satu laras pajang, satu laras pendek, ke HK. Menerima uang Rp 26,5 juta. Ditangkap pada Jumat (24/5) 08.00 WIB di daerah Swasembada dan dia juga positif amphetamine, metamphetamine dan benzo.

AF alias Fifi (perempuan) warga Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan.
Peran sebagai pemilik dan penjual senpi Revolver Taurus ke HK. Menerima uang Rp 50 juta. Ditangkap Jumat (24/5) di Bank BRI Thamrin. [rmol]

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: