PAN-PD Merapat ke Koalisi, Gerindra: Pemerintah Ingin Kuasai 80 Persen Parlemen

Beritaislam - Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade menanggapi isu mengenai pindahnya PAN-PD ke Koalisi.

Menurut Andre hal tersebut merupakan suatu kewajaran, sebab koalisi ingin menambah personil di parlemen sekitar 80 persen.

"Bagi kami sih, kami hormati. Pertama wajar pemerintah ingin menambah koalisi. Kita mendengar beberapa waktu lalu pemerintah Pak Jokowi ingin menambah koalisi di parlemen sekitar 80 persen. Wajar dong mereka berharap Demokrat dan PAN gabung ke mereka," ujar Andre kepada wartawan, Kamis (6/6/2019).

Oleh karen itu, Andre menyebut pengakuan Johnny Plate mengenai pertemuan ketua MPR dengan Joko widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu lantaran meminta kursi untuk parlemen.

"Tapi sekali lagi itu hak mereka ingin berharap seperti apa. Menanggapi PAN dan PD saya kembalikan ke mereka. Kami tidak mengomentari rumah tangga partai lain. Tapi sinyal-sinyal itu tentu terlihat. Ada pengakuan dari Johnny Plate terkait pertemuan Bang Zul dengan Pak Jokowi dimana Bang Zul meminta kursi Parlemen. Lalu bagaimana PD saya mendengar sendiri cerita dari temen-temen TKN bahwa PD akan mendapat satu kursi menteri dimana Mas AHY akan menjadi menterinya," tuturnya.

Dia juga memberikan kebebasan penuh untuh PAN dan PD jika ingin bergabung ke koalisi,

"Ya silakan saja. Kalau PAN dan PD ingin bergabung ya monggo, itu hak mereka. Kami tidak ingin mengalang-halangi. Itu pilihan mereka. Setiap pilihan tentu ada konsekuensi ya," imbuh Andre.

Tak hanya itu, Andre mengatakan Partai Gerindra pun sempat diajak bergabung dalam koalisi untum menawarkan kursi menteri,

"Bahkan kita juga mendengar dari berbagai pihak, Pak Jokowi juga ingin mengajak Gerindra bergabung dalam pemerintahnya, dan juga menawarkan berapa kursi menteri. Itu yang pernah kita dengar, dan bahkan saya mendengar tawaran itu sendiri dari berbagai tokoh di pihak Pak Jokowi. Tapi sekali lagi itu hak mereka ingin berharap seperti apa," tuturnya.

Andre mengatakan partai gerindra masih fokus untuk memperjuangkan sengleta gugatanannya di Mahkamah Konstitusi (MK)

"Yang jelas kami masih fokus di MK. Kami fokus memperjuangkan kebenaran. Kami fokus melawan kecurangan," ujar Andre. [ts]

[news.beritaislam.org]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel