Rakyat Madura Dicegah ke Jakarta, Ada Imbauan Tutup Suramadu


Beritaislam - Surat imbauan dan rekaman suara ajakan menutup Jembatan Suramadu di Jawa Timur beredar secara berantai melalui aplikasi WhatsApp. Pesannya adalah ajakan memblokade Suramadu jika polisi mencegah warga yang akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat pada 22 Mei nanti.

Pesan ini disampaikan oleh Forum Ulama dan Habaib Madura yang sekretariatnya berada di Jalan Raya Jokotole N0.24, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Imbauan dikeluarkan untuk menyikapi adanya penghadangan massa oleh polisi.

Ulama di Madura, hingga kini meminta kepada masyarakat untuk tetap berangkat ke Jakarta. Ada dua sekanario yang akan dilakukan terkait ada opeasi yang gencar dilakukan polisi.



Famlet imbauan untuk masyarakat Madura yang ramai beredar.
Pertama, tetap berangkat ke Jakara dengan terus terang tujuan bergabung dengan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat yang dilindungi UU dengan cara bersama-sama dari empat kebupaten di Madura sehingga aparat akan kewalahan untuk menghalangi.


Kedua, apabila tetap ada penghadangan, maka semua masyarakat Madura turun ke jalan menutup Suramadu pada tanggal 21-22 Mei 2019. Memanggil semua mobil-mobil, truk masyarakat Madura untuk ikut memacetkan Suramadu.

Sementara dalam rekaman suara, terdengar suara laki-laki mengucapkan kalimat dengan bahasa Madura. Pesan dibuka dengan ucapan salam. Suara itu juga menyebut telah bermusyawarah dan mendapatkan restu dari ulama dan habaib. Dia menyebutkan satu keputusan sikap merespons tindakan polisi mencegah peserta aksi 22 Mei ke Jakarta.

"Manabih (kalau) kita tidak melawan terhadap polisi, maka kita akan semakin diinjak-injak oleh polisi. Kita sudah dianggap lemah oleh polisi. Polisi akan merasa di atas angin. Jadi kita harus bertindak melawan tindakan semena-mena mereka. Kita tetap bergerak menuju Jakarta," dalam pesan suara itu.

"Jika kita memang dihadang di Jembatan Suramadu, sekalian kita diam di Suramadu, sampai menunggu tanggal 22. Kita sekalian bikin lumpuh Suramadu itu, kita tutup Suramadu itu, sebagaimana polisi bertindak melarang keberangkatan kita ke Jakarta," katanya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengaku bahwa pihaknya telah memonitor edaran suara dan pamflet ajakan blokade Suramadu itu.

"Silakan, tapi kita tetap menginginkan agar masyarakat tidak berangkat ke Jakarta," katanya saat dihubungi VIVA pada Senin, 20 Mei 2019.

Langkah persuasif tetap akan dikedepankan oleh polisi. Namun, apabila kelompok massa tetap bertindak menutup Jembatan Suramadu, maka pihak Kepolisian sudah pasti akan membuka secara paksa.

"Karena Suramadu itu jalan negara, jalan untuk masyarakat umum, bukan jalannya kelompok tertentu," kata Barung.[viva]


[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini