Pembatasan Medsos Adalah Perlakuan Fasis, Pelakunya Akan Dikenang Sebagai Orang Fasis







Beritaislam - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyesalkan langkah pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) yang membatas media sosial menyusul kerusuhan yang terjadi saat Aksi 21-22 Mei lalu.
Ferdinand meyakini, langkah pemerintah untuk membatasi peredaran informasi tidak akan pernah berhasil. Segala yang disembunyikan, menurutnya, pada saatnya nanti akan terkuak ke hadapan publik.

"Sdr Rudiantara, apapun cara Anda untuk membatasi perederan informasi tidak akan berguna. Dunia sudah tahu dan melihat peristiwa yang ada dan tetap akan beredar pada waktunya. Sekarang saatnya pulihkan media sosial dari pembatasan. Jangan bodoh mikirnya. Anda merugikan masyarakat, Kominfo," ujar Ferdinand dalam keterangan tertulis di Twitter, Jumat (24/5).

Ferdinand menambahkan, keputusan untuk membatasi media sosial dan peredaran informasi justru akan merugikan pemerintah sendiri. Pasalnya, pembatasan semacam itu menurut Ferdinand hanya dilakukan oleh golongan Fasis.

"Mengapa cara kalian teramat bodoh membatasi media sosial? Sejarah akan mencatat perlakuan fasis seperti ini dan Anda akan dikenang sebagai orang fasis," lanjut Ferdinand seraya menandi akun Twitter Menkominfo Rudiantara dan Kemkominfo.

Pembatasan media sosial dilakukan oleh pemerintah menyusul kerusuhan yang terjadi beberapa waktu lalu. Dalihnya, hal itu dilakukan guna mencegah peredaran informasi negatif bahkan informasi bohong terkait kerusuhan tersebut. [rml]

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: