Menurut Orang Ini Jokowi Tak Pantas Jadi Pemimpin, Debat Sampaikan Data Fatal
Menurut Orang Ini Jokowi Tak Pantas Jadi Pemimpin, Debat Sampaikan Data Fatal
Beritaislam - Debat putaran kedua Pilpres 2019 telah selesai dilakukan. Dari sekian tema yang diperdebatkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo mencatat beberapa hal yang disampaikan capres 01 Joko Widodo harus diluruskan agar masyarakat tidak menerima informasi yang keliru.
“Kami menyayangkan selama debat kemarin, Pak Jokowi menyampaikan data-data yang tidak benar. Padahal, Pak Jokowi memiliki instrumen lengkap untuk menyampaikan data. Aneh rasanya, bila seorang kepala pemerintah memaparkan data-data yang tidak sahih dan bertabrakan dengan fakta sebenarnya,” kata Edhy melalui rilis yang diterima Swamedium, Selasa (19/2) malam.
Soal konflik agraria, misalnya, Jokowi mengatakan hampir tidak ada kasus. Padahal fakta mengatakan hal yang berbeda. “Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) merilis, sebanyak 41 orang tewas dan 546 orang dianiaya, 51 orang tertembak dan 940 petani dan aktivis dikriminalisasi,” ungkap Edhy.
Soal impor jagung, lanjut Edhy, Jokowi juga mengatakan bahwa di tahun 2018 hanya impor 180 ribu ton. “Padahal aslinya menyentuh angka 730 ribu ton,” ujar Edhy.
Begitu juga soal kebakaran hutan yang diakui dapat diatasi padahal masih terus terjadi dan terbilang masih tinggi. Bahkan angka kebakaran hutan di tahun 2018 yakni sebesar 194.757 hektare, lebih besar ketimbang tahun sebelumnya sebesar 165.528 hektare. “Klaim Pak Jokowi tidak benar,” tukas Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Belum lagi kekacauan data soal jumlah produksi beras, jumlah produksi sawit, jumlah kilometer pembangunan jalan, hingga jumlah pembangunan infrastruktur internet berkapasitas 4G di seluruh Indonesia. “Seluruh data yang disampaikan tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Edhy.
Ketua Komisi Pangan DPR RI itu juga menegaskan bahwa kondisi pangan RI saat ini sangat memprihatinkan.
“Swasembada pangan masih jauh dari kenyataan. Kondisi hidup para petani juga masih dilanda kecemasan. Petani karet, petani sawit dan petani kopra terus menjerit karena harga yang terus anjlok dan mengancam sendi kehidupan. Keberpihakan pemerintah kepada nasib para petani layak dipertanyakan,” tutur Edhy.
Lebih jauh Edhy menilai, Jokowi tidak pantas menjadi pemimpin. Dalam debat kedua lalu, Jokowi seperti kehabisan cara untuk menyampaikan gagasan, sehingga harus menyerang sisi pribadi Pak Prabowo.
“Kinerja yang salah arah, penyampaian data yang salah dan diperparah dengan serangan pribadi kepada Pak Prabowo semakin menunjukkan bahwa Pak Jokowi tidak memiliki cukup unsur untuk (menjadi) seorang pemimpin,” pungkas Edhy. [swa]
[news.beritaislam.org]

