Soal Penolakan Kontingen Renang Israel, Menpora Malaysia: Saya Mendukung Saudara Palestina Saya


Beritaislam -  Kuala Lumpur – Penolakan Malaysia terhadap kedatangan kontingen atlet renang Israel untuk berlaga di Kejuaraan Renang Dunia 2019 mendapat kecaman dari berbagai pihak terutama pihak Israel sendiri, Israel menuduh Malaysia telah melakukan politisasi olahraga. Pada akhirnya International Paralympic Committee (IPC) selaku penyelenggara mencoret Malaysia sebagai tuan rumah.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq berpandangan bahwa kecaman Israel terhadap Malaysia merupakan kemunafikan terbesar yang pernah ada.



“Playing victim ala Israel sangat menyedihkan dan tercela,” ujar Saddiq dalam postingan Instagramnya.

Menurut Saddiq, tuduhan Israel bahwa Malaysia telah melakukan politisasi olahraga justru semakin memperkuat kemunafikan Israel sendiri.

“Apakah negara munafik Israel lupa bahwa mereka pernah melarang tim sepak bola Ittihad Al-Shejaiya di Gaza agar tidak menyeberang ke Tepi Barat untuk memainkan pertandingan final piala sepakbola Palestina?” kata Saddiq.

Saddiq juga menyinggung perilaku Israel ketika secara ilegal mengatur dan menentukan atlet Palestina mana yang dapat meninggalkan tanah airnya untuk pelatihan atau berpartisipasi dalam sebuah turnamen. Begitupun ketika secara ilegal menentukan siapa saja yang bisa beruji coba dengan atlet-atlet Palestina. Israel juga pernah menekan NBA untuk menghapus Palestina dari daftar kunjungan pada 2018.



“Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, saya berdiri teguh mendukung keputusan negara saya,” tegasnya.

Menteri termuda sepanjang sejarah Malaysia tersebut juga menyinggung perihal rekam jejak Israel dalam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Betapa banyak warga Palestina yang dibunuh Israel dan dipenjara seumur hidup di dalam tahanan yang tidak manusiawi.

Terakhir, Saddiq mengungkapkan bahwa kemanusiaannya terusik ketika setengah tengkorak seorang Mohammed Tamim hancur oleh peluru karet Israel. Begitupun dengan Ibrahim Abu Thuraya yang berjalan di atas kursi roda dihabisi dengan keji oleh Israel di pagar perbatasan.

“Saya selalu mendukung saudara dan saudari Palestina saya, bukan bersama Israel yang munafik,” tandasnya. [kiblat.net]

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini