Mendagri: Urus e-KTP Paling Lama 15 Menit, Ya Ampun, Saya Bikin 3 Bulan Baru Jadi
Beritaislam - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut, mengurus pembuatan e-KTP di semua daerah di Indonesia paling lama 15 menit. Menurut Tjahjo, hal ini tidak begitu menyita waktu masyarakat, terutama yang memiliki kesibukan tinggi.
“Perintah Pak Jokowi, urus e-KTP paling lama 15 menit, tentu bisa sepanjang antrean tidak macet, listrik tidak mati,” kata Tjahjo saat perekaman e-KTP di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (17/1).
Tjahjo pun meminta Dirjen Dukcapil untuk ikut memantau proses perekaman e-KTP di berbagai daerah. Sebab kata Tjahjo, di sejumlah daerah seperti Bali dan Papua, partisipasi masyarakat merekam e-KTP masih rendah.
“Kami minta Pak Dirjen untuk hadir di Bali, Papua dan Maluku, karena tingkat partisipasi masyarakat masih rendah, ada di Papua,” kata Tjahjo.
“Di Papua 15 menit bisa selesai,” lanjutnya.
e-KTP ini sangat penting agar bisa tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pileg atau Pilpres 2019. Maka dari itu lanjut Tjahjo meminta kepada masyarakat bisa meluangkan waktu untuk mendaftar ke Dinas Dukcapil di masing-masing daerah.
“Kuncinya yang di kota besar jangan salahkan KPU kalau DPT enggak lengkap, kurang. Kami minta masyarakat di perkotaan, atau yang tugas di luar negeri, yang super sibuk, luangkanlah waktu untuk ke Dukcapil mendaftarkan,” kata Tjahjo.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Arief Budiman meminta warga lebih proaktif dan peduli terhadap hak pilihnya. Warga harus segera merekam data lalu mencetak e-KTP. Hal ini penting sehingga tak ada lagi kecurigaan terkait data palsu.
“Ini mari sekarang dimulai dari sini gerakan serentak terus kita gelorakan sampai kecamatan, desa, kelurahan. Mari warga kita yang belum merekam, belum dicetak, segera,” kata Arief. [kumparan.com]
Saya bikin 3 bulan baru jadi, Anak saya bikin KTP hampir 5 Bulan juga baru jadi -_- kalau kalian bagaimana?
[news.beritaislam.org]
“Perintah Pak Jokowi, urus e-KTP paling lama 15 menit, tentu bisa sepanjang antrean tidak macet, listrik tidak mati,” kata Tjahjo saat perekaman e-KTP di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (17/1).
Tjahjo pun meminta Dirjen Dukcapil untuk ikut memantau proses perekaman e-KTP di berbagai daerah. Sebab kata Tjahjo, di sejumlah daerah seperti Bali dan Papua, partisipasi masyarakat merekam e-KTP masih rendah.
“Kami minta Pak Dirjen untuk hadir di Bali, Papua dan Maluku, karena tingkat partisipasi masyarakat masih rendah, ada di Papua,” kata Tjahjo.
“Di Papua 15 menit bisa selesai,” lanjutnya.
e-KTP ini sangat penting agar bisa tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pileg atau Pilpres 2019. Maka dari itu lanjut Tjahjo meminta kepada masyarakat bisa meluangkan waktu untuk mendaftar ke Dinas Dukcapil di masing-masing daerah.
“Kuncinya yang di kota besar jangan salahkan KPU kalau DPT enggak lengkap, kurang. Kami minta masyarakat di perkotaan, atau yang tugas di luar negeri, yang super sibuk, luangkanlah waktu untuk ke Dukcapil mendaftarkan,” kata Tjahjo.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Arief Budiman meminta warga lebih proaktif dan peduli terhadap hak pilihnya. Warga harus segera merekam data lalu mencetak e-KTP. Hal ini penting sehingga tak ada lagi kecurigaan terkait data palsu.
“Ini mari sekarang dimulai dari sini gerakan serentak terus kita gelorakan sampai kecamatan, desa, kelurahan. Mari warga kita yang belum merekam, belum dicetak, segera,” kata Arief. [kumparan.com]
Saya bikin 3 bulan baru jadi, Anak saya bikin KTP hampir 5 Bulan juga baru jadi -_- kalau kalian bagaimana?
[news.beritaislam.org]

