Hadist Tentang Kecebong dan Kampret, Kecebong dan Kampret Harus Berdamai!
Beritaislam - BERDAMAILAH
Saya ditanya Ust Reza Ageung II hadits tentang Kecebong dan Kampret.
Maka saya jawab: benar hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya al-Sunan al-Kubra 9/534 no.19382:
عن هِشَام الدَّسْتُوَائِيُّ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَا تَقْتُلُوا الضَّفَادِعَ فَإِنَّ نَقِيقَهَا تَسْبِيحٌ , وَلَا تَقْتُلُوا الْخُفَّاشَ فَإِنَّهُ لَمَّا خَرِبَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ قَالَ: يَا رَبِّ سَلِّطْنِي عَلَى الْبَحْرِ حَتَّى أُغْرِقَهُمْ.
Abdullah bin ‘Amr berkata: Janganlah kalian membunuh kodok karena sesungguhnya suaranya adalah tasbih, dan janganlah kalian membunuh kelewar karena sesungguhnya ketika Baitul Maqdis hancur ia berdo’a: “Wahai Tuhanku, berilah aku kekuasaan terhadap lautan agar aku bisa menenggelamkan mereka!”.
Imam Al-Baihaqi berkata: Sanadnya sahih. Adapun Ibnu Hajar mengatakan ada masalah, karena sekalipun sanadnya shahih, akan tetapi Abdullah bin ‘Amr banyak mengambil kisah-kisah Israiliyat. (Talkhish al-Habir, 4/283)
Kemudian Ust Wisnu Yash Sudibjo bertanya apa implikasi hukumnya.
Maka saya jawab: implikasi politiknya adalah Kecebong dan Kampret harus berdamai.
Salam damai...
Yuana Ryan Tresna
12/01/2019
[news.beritaislam.org]

