Kembali Kepada Allah Penguasa Alam Semesta
Kajian terbaru dari ITB memprediksi, jika patahan Lembang bergerak aktif, potensi kerugian ekonomi dari kerusakan bangunan bisa mencapai Rp51 triliun. Angka ini lebih besar ketimbang kerugian gempa Aceh 2004 yang ditaksir Rp48,6 triliun.
Baca lengkap di sini: Patahan Lembang, si Cantik Yang Bisa Meluluhlantakkan Bandung
Beritaislam - Oleh: Irfan Abu Naveed Al-Atsari
Negara kalau mau selamat salah satunya dengan mendukung dakwah dan gerakan dakwah. Terabaikannya dakwah bisa mengundang adzab ('iqaban).
Jika dakwah diabaikan maka adzab dari Allah akan melingkupi baik orang yang bermaksiat maupun orang yang diam atas kemaksiatan tersebut, padahal ia mengetahuinya. Dipertegas hadits dari Hudzaifah Ibn al-Yaman r.a., dari Nabi ﷺ bersabda:
«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ»
_“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma'ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allâh akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do'a kalian tidak lagi dikabulkan.”_ (HR. Al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi)
Hadits ini, diungkapkan dengan banyak penegasan (taukîd), yakni qasam (sumpah kepada Allah pada kalimat وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ) dan lam serta nûn al-taukîd al-tsaqîlah, yang mempertegas kebenaran informasi dalam hadits, menekankan pentingnya perbuatan menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, dengan tuntutan wajib berdasarkan keberadaan peringatan keras bagi siapa saja yang mengabaikan kewajiban ini, yakni kalimat (أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ), yakni ancaman dalam dua bentuk: Pertama, Datangnya azab yang tak pandang bulu, Kedua, Tidak akan dikabulkannya do’a.
Seluruh insan wajib menyadari: Tidak ada yang aman bagi mereka yang bermaksiat, hingga mereka kembali kepada Allah 'Azza wa Jalla.
Tidak, hatta sekalipun mereka berdiam diri di sebuah rumah anti gempa, anti tornado, anti tsunami.
Karena orang yang bermaksiat sama artinya dengan bermaksiat kepada Allah yang Maha Menguasai seluruh penjuru langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, seluruhnya dalam kekuasaan-Nya, termasuk langit dan bumi, angin, air, tanah dan api.
والله المستعان وإليه التكلان
[news.beritaislam.org]


Posting Komentar untuk "Kembali Kepada Allah Penguasa Alam Semesta"