APARAT ANARKIS, Demo Tolak Kenaikan BBM DIBUBARAN! Mahasiswa Gema Pembebasan DIPUKULI







Beritaislam - Mahasisw Sultra Menolak Kenaikan BBM dan Rezim Jokowi

TOLAK KENAIKAN HARGA BBM DAN KEBIJAKAN EKONOMI BODOH ALA NEOLIBERAL YANG MEMBUAT RAKYAT SEMAKIN SENGSARA GEMA PEMBEBASAN SULTRA GELAR AKSI


GP.Press. (18/10/2018) Gerakan Mahasiswa Pembebasan Wilayah Sultra melaksanakan aksi damai dengan mengangkat tema "Naiknya Harga BBM dan Dolar Bukti Rezim Jokowi Ingkar Janji".
Aksi berjalan sejak pukul 08.00 di perempatan Wua-wua dengan orasi beberapa orator dan dilanjutkan dengan longmarch menuju perempatan MTQ sebagai pusat tujuan aksi.

Dalam aksi tersebut, para orator menuntut dengan tegas bahwa bukti kenaikan harga BBM dan Nilai tukar Dolar adalah bentuk ingkarnya Jokowi terhadap janji-janjinya.

Maka dari itu, Kami Gerakan Mahasiswa Pembebasan Menyatakan Sikap Tegas:
1. Menolak kenaikan harga untuk semua jenis BBM, karena BBM merupakan kebutuhan vital rakyat dan kenaikan harga akan semakin memiskinkan rakyat,
2. Hentikan politik pencitraan Rezim Jokowi, karena pada faktanya justru merugikan masyarakat Sebab kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah terwujud,
3. Usir penjajah asing dan kembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada anak negeriyang dikelola sesuai syariat Islam, karena dalam pandangan Islam haram menyerahkan sumber daya alam kepada asing dan swasta.
4. Hentikan bergantung terhadap mata uang Dollar AS yang nyata-nyata lemah dan meyerukan beralih kepada mata uang emas dan perak yang diperkuat oleh siste ekonomi Islam.
5. Buang dan tinggalkan ideologi kapitalisme yang di dalamnya terdapat ekonomi neoliberal, karena sepanjang penerapannya di negeri ini hanya memperkaya segelintir elit penguasa dan menciptakan penderitaan yang tak bekesudahan bagi rakyat.
6. Buang dan tinggalkan demokrasi, karena sudah terbukti demokrasi menjadi gerbang lahirnya begitu banyak politikus dan elit penguasa yang koruptif, bermoral rendah yang menjadi antek asing dan aseng.
7. Menyeruhkan kepada seluruh rakyat Indonesia agar membuka mata dan sadar bahwa sejarah perjalanan politik ekonomi Indonesia secara terang-terangan telah menunjukkan pengkhianatan demi pengkhianatan oleh politikus dan elit penguasa kepada rakyat
8. Menyeruhkan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa dan rakyat untuk sekuat tenaga bersama-sama melawan ideologi kapitalisme dan neoliberal dan ideologi kufur lainnya.
9. Menyeruhkan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa dan rakyat untuk bersungguh-sungguh menegakkan Syariat Islam dalam sistem Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas bagi hilangnya kedaulatan energi dan seluruh permasalahan hari ini.

Demikian rilis awal oleh Gema Pembebasan Sultra

DIBURAKAN PAKSA OLEH APARAT, MAHASISWA DIPUKULI

Dalam video yang sempat direkam, tampak polisi mendorong Mahasiswa yang tak melawan, keributak kemudian tak terkendali saat aparat meminta mahasiswa bubar, berikut cideonya






Melawan KEDZALIMAN

MELAWAN KEZALIMAN PENGUASA
OLEH : MUHAMMAD AKBAR ALI (HUMAS GERAKAN MAHASISWA PEMBEBASAN SULAWESI TENGGARA)

Pergerakan politik Gema Pembebasan Sulawesi Tenggara melalui aksi pada kamis 18 Oktober 2018 berujung tindakan anarkisme oleh aparat kepolisian Kota Kendari dengan melakukan pemukulan terhadap beberapa aktivis Gema Pembebasan. Aksi dengan mengusung tema kenaikan harga BBM, anjloknya nilai tukar rupiah bukti rezim Jokowi ingkar janji, memang sejak awal tidak disambut baik oleh aparat kepolisian. Tindakan brutal tersebut bermula saat seorang aparat kepolisian beradu argumen dengan salah satu aktivis Gema Pembebasan menyoal larangan opini Khilafah. Perleraian pun semakin sengit ketika aparat kepolisian tidak bisa berdalil dengan fundamental atas pertanyaan, alasan melarang edukasi Khilafah , baik dalam pandangan Undang-Undang yang berlaku ataupun dalam sudut pandang Islam.

Oleh sebab kalah dalam beradu argumen, aparat kepolisian pun melakukan tindakan anarkisme dengan mendorong, mencekik leher serta melakukan pemukulan terhadap aktivis Gema Pembebasan tanpa ampun. Insiden ini sangat disayangkan terjadi di tengah suasana huru-hara perpolitikan Indonesia yang kian memanas. Terlebih lagi tindakan anarkisme tersebut dilakukan oleh aparat kepolisian yang seyogianya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Inilah bentuk kedzaliman yang nyata oleh rezim ini. Saat logika nalar tidak lagi di kedepankan maka kekuatan otot pun yang di gunakan. Tanpa disadari, gelagat yang mereka bangun adalah bentuk kekalahan dan kemunduran yang sangat nyata serta bentuk pengkerdilan wibawa kepolisian di mata masyarakat.


Atas fenomena tersebut semakin meningkatkan daya juang kami untuk terus menyuarakan Idelogi Islam. Melawan kedzaliman penguasa hingga Allah memenangkanya atau kami mati dalam perjuangan ini. Sebab jika di diamkan maka kedzaliman yang di lakukan penguasa akan terus merajalela tiada henti. Jadi, pilihan ada pada diri kita, apakah mau menjadi bagian dalam perubahan melawan kezaliman ini, atau sebaliknya?
[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "APARAT ANARKIS, Demo Tolak Kenaikan BBM DIBUBARAN! Mahasiswa Gema Pembebasan DIPUKULI"

Post a Comment