Video Jejak Digital Ngabalin Ledek Jokowi Kurang Gizi dan Hadiri Acara HTI Bicara Konsep Dari Pencipta






TERUNGKAP! Ngabalin Ledek Jokowi Kurang Gizi dan Bicara Konsep Ilahiyah di Acara HTI

Beritaislam - Video Ali Mochtar Ngabalin ledek Jokowi kurang gizi beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Ngabalin orasi di depan pendukung Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak boleh dipimpin oleh orang kurang gizi.

Meski tak menyebut nama, ucapan Ngabalin diduga ditujukan kepada Jokowi. Sebab, pernyataan itu disampaikan ketika Ngabalin menjadi tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 lalu.


“Bilang Ali Mochtar Ngabalin yang bilang, republik ini terlalu luas. Harus dipimpin oleh orang-orang yang kuat. Orang yang sehat. Tidak boleh orang yang kurang gizi memimpin republik ini,” tegas Ngabalin disambut tawa pendukung Prabowo.

“Kalau Bang Ali bilang Prabowo, maka Anda semua menjawab tidak ada yang lain,” kata Ngabalin di depan ratusan pendukung Prabowo.

Video tersebut diunggah di akun Youtube Macan Allah dengan judul “Mengejutkan! Tersebar Video Ali Muchtar Ngabalin Ngeledekin Jokowi Kurang Gizi”. Video itu diunggah pada 1 September 2018.


Selain video tersebut, beredar pula video Ngabalin saat menjadi narasumber dalam diskusi yang diduga digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang dibubarkan oleh rezim Jokowi karena dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Dalam diskusi tersebut, Ngabalin membahas tentang konsep Ilahiyah dan Syariat Islam. Menurut Ngabalin, konsep Ilahiyah dapat menyelesaikan persoalan bangsa dengan mudah.

Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah melakukan segala cara yang menyudutkan umat Islam. Para mujahid dituduh sebagai teroris dan mubalig dituduh tidak mau berkompromi dengan Pancasila.

“Padahal ini Abu Nawas semua, sepanjang sejarah yang saya tahu,” kata Ngabalin.

Ngabalin lantas mengulas tentang konsep Daulah Islamiyah di Indonesia. “Bohong dan terlalu menipu dan membohongi dan kezaliman kalau kita tidak bisa bicara dan menarik konsep-konsep ilahiyah dan kita sebut dalam konsep syariah itu dalam menyelesaikan persoalan bangsa ini,” katanya.

“Itu aja yang bisa saya bicara, tidak ada lagi lain kasian. Tapi kalau antum menantang saya menarik sistem tata negara itu kemudian kita bedah dan kita cocokkan bagaimana sistem Islam menyelesaikan persoalan-persoalan itu, wallahilazim, sangat mudah diselesaikan dan pasti selesai,” tambahnya.

“Kalau tidak, kita jadi budak dan kacung dari Amerika Serikat. Syukur. Biarlah SBY itu menjadi budak dan kacung, jangan kita-kita yang beriman ini. Dia kan tidak beriman kan?,” tandas Ngabalin.

Namun sikap kritis Ngabalin kepada pemerintah mendadak berubah 360 derajat setelah diangkat menjadi Anggota Dewan Komisaris Angkasa Pura I hingga ditunjuk sebagai Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP).

Sejak saat itu, Ngabalin mati-matian membela Jokowi dari berbagai kritikan yang dilontarkan oposisi.

Ngabalin yang dulu mencela Jokowi, kini balik memuji mantan Wali Kota Solo tersebut. Ngabalin menyebut pemerintah Jokowi sangat baik dan tidak pernah berbohong, apalagi melakukan kezaliman.

“Saya harus menyampaikan bahwa tidak ada kezaliman yang dilakukan oleh pemerintah ini. Tidak ada kebohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada tipu-menipu. Tapi enapa difitnah, kenapa diceritain yang kebatilannya,” jelas Ngabalin.

Ngabalin berjanji akan meluruskan fitnah yang menimpa Presiden Jokowi. Ia yakin mampu merangkul umat Islam di tanah air. Sebab, Ngabalin saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia.

“Sebagai orang yang dituakan di komunitas saya, saya harus bertanggungjawab. Kalau ndak, kita bisa dihukum sama Allah SWT,” imbuh Ngabalin.

Bahkan, Ngabalin mangatakan bahwa Jokowi adalah sosok yang sangat baik dan mewakili Tuhan di muka bumi.

“Saya harus memberitahu bahwa pemerintah itu baik, menjalankan tugas yang mulia, mewakili Tuhan di muka bumi,” pungkas Ngabalin. [Psid]

  [news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: