Kocak! Mau Gebukin Pendukung Khilafah, Politisi PDIP Ternyata Pernah Ngemis Dukungan ke HTI [VIDEO]
![Kocak! Mau Gebukin Pendukung Khilafah, Politisi PDIP Ternyata Pernah Ngemis Dukungan ke HTI [VIDEO] Kocak! Mau Gebukin Pendukung Khilafah, Politisi PDIP Ternyata Pernah Ngemis Dukungan ke HTI [VIDEO]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG_339lX9vHUHfbrAb3Tfs0cYWj4OUr6mZcKASZl3911Zkgy6aLZ-0BF5DL4wlqL0DstYZgL9ogRuRLdiWeDrak5BDLBowtf8HsnllRH1Wav0lunfzLKRxUbr5gGBV0b7i45c8Ph_a7-rt/s1600/Maruarar+Sirait_PDIP_HTI.jpg)
Beritaislam - Politisi PDIP Maruarar Sirait sepakat dengan Yaqut kalau sampai ada yang ingin menegakkan khilafah, ia juga akan turut ikut 'menggebuki' gerakan tersebut.
Hal ini disampaikan Maruarar Sirait saat tampil di acara Rosi di Kompas TV yang tayang Kamis (30/8/2018) pekan lalu.
Saat itu Maruarar Sirait bersama Yaqut menentang Ahmad Dhani yang juga hadir di Rosi KompasTV.
Mereka menuding gerakan #2019GantiPresiden ditunggangi HTI.
TERNYATA... Maruarar Sirait ini pernah ngemis dukungan ke HTI.
Hal ini terjadi pada tahun 2009. Saat itu Maruarar Sirait hadir di acara yang digelar HTI dan dihadiri Jubir HTI Ismail Yusanto.
Dihadapan jubir HTI Ismail Yusanto dan massa HTI yang hadir, politisi PDIP Maruarar Sirait meminta dukungan HTI.
VIDEO bukti Maruarar Sirait saat hadir dan meminta dukungan ke HTI beredar viral di sosial media.
"Nih orangnya yang kelakar mau gebukin pendukung Khilafah, tercyduk sedang ngemis-ngemis minta dukungan HTI," ujar @ekowBoy yang mengunggah video.
Berikut BUKTI video Politisi PDIP Maruarar Sirait di acara HTI.
[video yang bawah ya.]
Bonus 1 lagi ni... Bang Maruarar Sirait #DitunggangiHTI 😆 dulu temanan sm HTI, eh kemaren di Kompas Tv sama Bos @GPAnsor_Satu tos Mau gebuk Ahmad Dhani sama relawan #2019GantiPresiden klo dukung Khilafah,— Harakatono (@harakatono_) 2 September 2018
Gak taunya si abang 1 panggung ama pejuang Khilafah. 😁😁😁 #HtiDiHati pic.twitter.com/HljfKxQl1Q
Video Maruar mau Gebuk bareng Ketum Ansor
[pi/news.beritaislam.org]Jd tak perlu lagi pengadilan, tak perlu lagi hukum— Harakatono (@harakatono_) 31 Agustus 2018
Akulah keadilan, akulah hukum, akulah yg menentukan mana benar mana salah
Akulah yg memutuskan mana yg mengancam negara mana yg tidak
Karena selain aku, itu intoleran, radikal, anarkis, kalau kamu nggak percaya, AKU GEBUK! pic.twitter.com/x2Kp0tSNDH
