Heboh, Lokasi Deklarasi Garda Jokowi Akhirnya Dipindahkan Setelah Ditolak Warga dan Diperingatkan Bawaslu Solo







Joko Widodo (Jokowi) berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin dan Erick Thohir seusai di Jakarta, Jumat (7/9 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)

Beritaislam - Deklarasi Garda Jokowi yang rencananya diselenggarakan di Kota Barat pada Kamis (20/9/2018) mendapat penolakan dari umat Islam yang mengatasnamakan diri The Islamic Study and Action Center (ISAC).



Panitia deklarasi akhirnya memindahkan lokasi deklarasi ke Gedung Wanita, Manahan, Solo. ISAC menerbitkan surat terbuka berisi keberatan dan masukan atas kegiatan Deklarasi Garda Jokowi yang ditujukan kepada Kapolresta Surakarta, Wali Kota Solo, Ketua KPU Kota Solo, dan Ketua Bawaslu Kota Solo. Surat itu tertanggal 16 September 2018.

Pantauan Solopos.com, Selasa (18/9/2018), ISAC melalui surat itu mempertimbangkan berbagai hal terkait penolakannya. Pertama, deklarasi yang bermuatan politik mendukung salah satu kandidat capres/cawapres seyogyanya tidak dilakukan di lapangan Kota Barat untuk menjaga kondisivitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Solo dan sekitarnya.

Kedua, mempertimbangkan waktu yang berdekatan dengan proses tahapan pemilu legislatif dan pilpres yang akan dilakukan KPU dan belum masuk masa kampanye. Ketiga, Lapangan Kota Barat adalah fasilitas umum yang sebaiknya tidak digunakan untuk acara berbau politik sebelum tahapan kampanye, apalagi jika agendanya mendukung salah satu capres/cawapres.

Keempat, penolakan beberapa ormas di Solo menjadi pertimbangan keamanan. Kelima, acara tersebut bisa menjadi dasar pendukung capres/cawapres lainnya [Prabowo-Sandiaga Uno] untuk melakukan aksi serupa yang bisa memunculkan gesekan dan kegaduhan di Kota Solo dan sekitarnya.

ISAC menyarankan deklarasi sebelum kampanye sebaiknya dilakukan di ruang tertutup (indoor) dengan massa terbatas atau diselenggarakan di luar Kota Solo. ISAC juga mencantumkan puluhan elemen yang menolak Deklarasi Garda Jokowi di Lapangan Kota Barat.

Penyelenggara acara, Baningsih, mengatakan masalah terkait Deklarasi Garda Jokowi sudah klir. Ia mengungkapkan sebagai warga negara yang baik tentunya akan menaati peraturan.

“Kami [Deklarasi Garda Jokowi] pindah ke Gedung Wanita,” ujarnya, Selasa siang.

Sekretaris ISAC, Endro Sudarsono, mengatakan panitia sebaiknya melakukan prosedur perizinan sebagaimana amanat dari PP No.60/2017. Menurutnya, karena kegiatan itu sifatnya mendukung capres/cawapres tertentu dan tertulis Soloraya, maka secara administrasi perizinannya harus ke Polda Jateng.

Selain itu, penyelenggara juga wajib melampirkan izin tempat atau rekomendasi dari polsek ataupun Kantor Kesbangpol Kota Solo.

“Ada pernyataan dari panitia kegiatan tidak bertentangan dengan aturan, norma, dan agama. Di sisi lain panitia harus berkomitmen menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban umum,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Ia menilai pelaksanaan deklarasi di Gedung Wanita lebih tepat dan preventif terhadap gesekan yang mungkin terjadi dengan kubu pendukung capres-cawapres lainnya. (Sumber)


[news.beritaislam.org]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Heboh, Lokasi Deklarasi Garda Jokowi Akhirnya Dipindahkan Setelah Ditolak Warga dan Diperingatkan Bawaslu Solo"

Post a Comment