Rezim Mau Mengunci Keadaan, AWAS ! Anada Bisa Terjepit !

Rezim Mau Mengunci Keadaan, AWAS ! Anada Bisa Terjepit !

Beritaislam.org - Oleh: Abu Nawas Barnabas 

Oh tidak, rezim mau mencoba mengunci lawan politik dan mitra koalisi, dengan mendaftarkan diri dalam pencapresan menjelang batas akhir (injury time) pencalonan. Dengan begitu, rezim bisa mengunci dua keadaan.

Pertama, rezim akan mengunci peta lawan sehingga jika lawan telah terlebih dahulu mendaftar, akan ketahuan kekuatan dan tantangan yang akan ditimbulkan. Pada posisi sebelum pendaftaran, rezim akan berusaha memecah konsentrasi lawan dengan mengadu dan mengaduk-aduk  kepentingan lawan politik agar melemah.

Kedua, rezim juga akan mengunci mitra koalisi ketika mendaftarkan diri sebagai cawapres di injury time. Keputusan rezim mengumumkan cawapres di detik akhir pencapresan, akan melumpuhkan mitra koalisi sehingga tidak dapat berbuat 'nakal' mematuk dan menyerang rezim karena tidak mengambil cawapres dari partainya.

Saat ini, semua partai pendukung rezim sedang PD kate dan H2C, berharap kadernya menjadi cawapres mendampingi rezim. Manuver ancam-ancaman dikakukan, meskipun itu sesungguhnya kalimat "NGAREP.COM". Sebab partai tahu, logistik pemilu dan Pilpres masih dibawah kendali kapitalis pendukung rezim.

Saat injury time rezim mengumumkan cawapres, saat itulah mitra partai pendukung rezim tidak dapat berbuat banyak selain mengaminkan keputusan rezim. Kunci-kuncian ini sedang dimainkan rezim.

Tapi jika perlawanan itu muncul, baik dari lawan maupun kawan, rezim justru bisa terjepit dengan manuver ini. Jika lawan juga mengunggah tangguh pada batas akhir pencapresan, hilangkan konsentrasi untuk memecah lawan. Jika mitra partai marah karena sejak awal tidak mendapat ketegasan untuk konsesi cawapres, bisa saja ada perlawanan sejak awal dan muncul gerakan bedol deso rame-rame meninggalkan rezim.

Sebelum terkunci dan terjepit karena ulah sendiri, saat ini rezim terjepit tagar #2019GantiPresiden. Dimana-mana, di seantero pelosok negeri hasyrat untuk #2019GantiPresiden begitu bergelora.

Barisan rakyat koor menyanyikan lagu #2019GantiPresiden, mereka tidak sabar mengumumkan kemenangan dan senyum kebahagiaan saat #2019GantiPresiden benar-benar terwujud.

Slogan itu menjangkau seluruh pelosok negeri, apapun makanannya yang penting tagarnya #2019GantiPresiden. Apapun minumannya yang penting tagarnya #2019GantiPresiden. Apapun pekerjaan dan profesinya, tagarnya #2019GantiPresiden. Biar masih jomblo, belum menikah, yang penting #2019GantiPresiden.

Tagar-tagar itu akan memenjara rezim, sehingga rezim tidak bisa mengunggah citra selain disekitar lingkungan istana. Tidak ada lagi got-got kosong yang bisa dijadikan ruang akting untuk memantik kesetiakawanan dan dukungan pada kesederhanaan.

Semua sudut pintu dan jendela telah dikunci dan dikurung dengan tagar #2019GantiPresiden. MasyaAllah, kasihan sekali rezim ini. Paling dia hanya bisa up date status di akun sosial media, kemudian para cebong dan akun buzzer sibuk memuji dan menjilatnya.

Hati-hati ! Jangan main-main dengan tagar, Anda bisa terjepit ! [].

[news.beritaislam.org]
Banner iklan disini